Rantau, KP – Pemerintah Kabupaten Tapin melanjutkan kerja sama dengan Briton English Education untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia, khususnya penguasaan bahasa Inggris. Pertemuan lanjutan kedua pihak berlangsung di Aljazera Cikini Jakarta. Senin (9/2/2026) tadi.
Pertemuan langsung dipimpin Bupati Tapin H. Yamani dengan didampingi, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Tapin Zainal Abidin, Kepala Dinas Pendidikan Ahmad, Kepala Dinas Tenaga Kerja Sapuani, Sekretaris DPRD Tapin Padlian Noor, dan Kepala Bagian Pemerintahan Ari Wijaya.
Pemerintah daerah menilai peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi kebutuhan mendesak di tengah persaingan global dan perubahan dunia kerja. Bahasa Inggris dipandang sebagai keterampilan dasar yang menentukan akses pendidikan, mobilitas kerja, serta daya saing generasi muda Tapin.
“Penguatan sumber daya manusia adalah kunci agar masyarakat Tapin mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” kata Yamani.
Briton English Education, mitra resmi Cambridge University, dipilih karena dinilai memiliki pengalaman dan standar internasional dalam pengembangan pendidikan bahasa.
“Kerja sama ini diarahkan tidak hanya pada peningkatan kemampuan peserta didik, tetapi juga penguatan kapasitas guru dan institusi pendidikan di daerah,” ujarnya.
Menurut Yamani, kolaborasi dengan lembaga berpengalaman menjadi langkah strategis untuk meningkatkan mutu pendidikan daerah.
“Kami membutuhkan mitra yang memiliki rekam jejak dan standar global agar program yang dijalankan benar-benar berdampak,” ujarnya.
Program kerja sama meliputi pelatihan dan sertifikasi guru bahasa Inggris, pengembangan kurikulum dan materi ajar, pembentukan sekolah unggulan, serta pengembangan jejaring sister school dengan lembaga pendidikan luar negeri.
Pemerintah daerah juga mendorong penguatan UPT Pusat Bahasa dan digitalisasi layanan perpustakaan daerah.
Di sektor ketenagakerjaan, kemitraan ini mencakup pengembangan pelatihan vokasi, persiapan beasiswa internasional, serta pembinaan calon tenaga kerja.
“Bahasa Inggris membuka akses yang lebih luas terhadap pendidikan dan lapangan kerja,” kata Yamani.
Pemerintah Kabupaten Tapin menargetkan kerja sama tersebut dapat menghasilkan dampak nyata bagi peningkatan mutu pendidikan dan kesiapan tenaga kerja.
Oleh karenanya saya meminta kepada seluruh perangkat daerah terkait diminta segera menindaklanjuti kesepakatan agar program tidak berhenti pada tataran wacana, melainkan berjalan terukur dan berkelanjutan. (abd/rel/K-6)















