Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Pemko Banjarmasin Dorong Perubahan Perilaku Lewat Ribuan Agen 3R

×

Pemko Banjarmasin Dorong Perubahan Perilaku Lewat Ribuan Agen 3R

Sebarkan artikel ini
IMG 20260219 WA0049 scaled e1771507536262
AGEN 3R - Launching Agen 3R (Reduce, Reuse, Recycle) yang dipimpin Wali Kota Banjarmasin H Muhammad Yamin HR, Rabu (18/2/2026). (Kalimantanpost.com/repro Humas Banjarmasin)

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Pemerintah Kota Banjarmasin mulai mengubah cara pandang dalam menangani persoalan sampah. Fokus tidak lagi sebatas pengangkutan dan pembuangan, tetapi diarahkan pada perubahan kebiasaan warga dari sumbernya.

Langkah ini ditandai dengan peluncuran Program Agen 3R yang digagas langsung oleh H. Muhammad Yamin HR, Rabu (18/2/2026).

Kalimantan Post

Program tersebut melibatkan ribuan Agen 3R yang akan ditempatkan di setiap RT di seluruh wilayah Banjarmasin. Para agen ini diproyeksikan menjadi penggerak utama edukasi pengelolaan sampah rumah tangga, mulai dari pengurangan, penggunaan ulang, hingga daur ulang.

Wali Kota menegaskan, persoalan sampah tidak akan selesai jika hanya mengandalkan armada angkut atau menambah lokasi pembuangan. Akar masalah justru berada di tingkat rumah tangga.

Karena itu, agen di setiap RT didorong menjadi ujung tombak perubahan, dengan target lebih dari 1.500 agen aktif yang bekerja langsung di lingkungan warga.

Kota dengan karakter sungai seperti Banjarmasin memiliki tantangan tersendiri. Sampah rumah tangga yang tidak terkelola kerap berakhir di drainase dan sungai. Melalui program ini, agen akan turun langsung memberi pemahaman soal pemilahan sampah organik dan anorganik, pemanfaatan kembali barang yang masih layak, serta penguatan aktivitas daur ulang berbasis komunitas.

Kehadiran agen di tingkat RT dinilai strategis karena menyentuh lingkungan terkecil masyarakat. Namun, rendahnya kesadaran sebagian warga masih menjadi pekerjaan rumah besar.

Kebiasaan lama membuang sampah tanpa memilah belum sepenuhnya hilang dan perlu dihadapi dengan pendekatan yang konsisten.

Di sisi lain, program ini juga membuka peluang ekonomi. Sampah yang dipilah dan dikelola dengan baik memiliki nilai jual. Pemerintah melihat potensi ini bisa mendorong kemandirian masyarakat, sekaligus memberi insentif nyata agar warga mau berubah.

Baca Juga :  Lautan Jemaah Khusyuk Padati Masjid Jami hingga Sultan Adam

Untuk memastikan program berjalan, Pemko menyiapkan pendampingan berkelanjutan bagi para agen, termasuk penyediaan sarana pemilahan sampah di permukiman serta kampanye penggunaan produk ramah lingkungan hingga tingkat keluarga.

Agen 3R diharapkan tidak sekadar menjalankan program, tetapi benar-benar menjadi penggerak di lingkungannya.

Melalui pendekatan kolaboratif ini, penanganan sampah diarahkan menjadi lebih preventif, bukan reaktif. Pemerintah berharap Agen 3R mampu memicu lahirnya budaya baru yang lebih peduli kebersihan dan keberlanjutan lingkungan, sehingga persoalan sampah di Banjarmasin bisa ditekan secara bertahap dan berkelanjutan. (nug/KPO-4)

Iklan
Iklan