Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Pengembangan Sistem Air Harus Terencana, Komut PAM Bandarmasih Tekankan Pengawasan Infrastruktur

×

Pengembangan Sistem Air Harus Terencana, Komut PAM Bandarmasih Tekankan Pengawasan Infrastruktur

Sebarkan artikel ini
IMG 20260217 WA0004
Komisaris Utama PAM Bandarmasih, Edy Wibowo. (Kalimantanpost.com/nugie).

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Komisaris Utama PAM Bandarmasih, H Edy Wibowo, menegaskan pengembangan sistem air bersih dan penanganan banjir harus dilakukan secara terencana dan terukur.

Menurutnya, tantangan pelayanan air tidak bisa dilepaskan dari persoalan infrastruktur dan tata kelola wilayah yang terus berkembang.

Kalimantan Post

Edy menyampaikan, pengembangan sistem akan terus berjalan hingga benar-benar mampu menjawab persoalan banjir yang masih muncul di sejumlah kawasan, terutama di kompleks-kompleks baru. Ia menilai perencanaan sejak awal menjadi kunci agar sistem air dan drainase bisa langsung terhubung dan berfungsi optimal.

“Wilayah baru tidak boleh dibiarkan tumbuh tanpa sistem yang siap, kalau dari awal sudah terintegrasi, masalah bisa ditekan,” ujarnya. Karena itu, perencanaan infrastruktur disebut harus sejalan dengan arah pengembangan kota.

Dalam konteks pelayanan, Edy menekankan pendekatan bertahap tetap menjadi pilihan realistis. Kekurangan yang ada harus diperbaiki secara konsisten, sementara hal-hal yang sudah berjalan baik wajib dipertahankan agar pelayanan tidak mundur.

Pengawasan terhadap distribusi air juga menjadi perhatian serius. Ia menyebut masih ada titik-titik jaringan pipa yang memerlukan perbaikan dan perawatan lebih lanjut. Meski belum merinci persentasenya, kondisi tersebut dinilai tidak boleh diabaikan karena berdampak langsung ke masyarakat.

Menurut Edy, perbaikan pipa tidak hanya soal teknis, tetapi bagian dari tanggung jawab pelayanan publik. “Air bersih ini kebutuhan dasar, kalau infrastrukturnya bermasalah, dampaknya langsung dirasakan warga,” katanya.

Selain distribusi air, penanganan banjir juga masuk dalam agenda pengembangan sistem secara menyeluruh. Beberapa wilayah rawan banjir disebut sudah masuk dalam perencanaan solusi, baik melalui perbaikan sistem yang ada maupun pembangunan sistem baru.

Ia menegaskan, pengelolaan perusahaan daerah air minum harus tetap berpijak pada fungsi pelayanan, bukan semata mengejar angka. Pengawasan ketat diperlukan agar setiap kebijakan dan proyek benar-benar menjawab kebutuhan lapangan.

Baca Juga :  Pasar Murah Golkar Banjarmasin bersama YN’S Center dan KKB Pusat Disambut Antusias Warga

Dalam jangka panjang, Edy mendorong adanya evaluasi berkelanjutan terhadap sistem yang telah dibangun. Pendekatan ini dinilai memberi ruang adaptasi terhadap perubahan kondisi, termasuk pertumbuhan kawasan dan tantangan lingkungan.

“Perbaikan tidak boleh berhenti, ini proses panjang yang harus dikawal bersama,” tegasnya.

Dengan pendekatan bertahap, pengawasan teknis, dan perencanaan jangka panjang, Edy optimistis pengembangan sistem air bersih dan penanganan banjir dapat berjalan seiring untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Banjarmasin. (nug/KPO-4)

Komisaris Utama PAM Bandarmasih, Edy Wibowo. (Kalimantanpost.com/nugie).
Pengembangan Sistem Air Harus Terencana, Komut Tekankan Pengawasan Infrastruktur

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Komisaris Utama PAM Bandarmasih, H Edy Wibowo, menegaskan pengembangan sistem air bersih dan penanganan banjir harus dilakukan secara terencana dan terukur.

Menurutnya, tantangan pelayanan air tidak bisa dilepaskan dari persoalan infrastruktur dan tata kelola wilayah yang terus berkembang.

Edy menyampaikan, pengembangan sistem akan terus berjalan hingga benar-benar mampu menjawab persoalan banjir yang masih muncul di sejumlah kawasan, terutama di kompleks-kompleks baru. Ia menilai perencanaan sejak awal menjadi kunci agar sistem air dan drainase bisa langsung terhubung dan berfungsi optimal.

“Wilayah baru tidak boleh dibiarkan tumbuh tanpa sistem yang siap, kalau dari awal sudah terintegrasi, masalah bisa ditekan,” ujarnya. Karena itu, perencanaan infrastruktur disebut harus sejalan dengan arah pengembangan kota.

Dalam konteks pelayanan, Edy menekankan pendekatan bertahap tetap menjadi pilihan realistis. Kekurangan yang ada harus diperbaiki secara konsisten, sementara hal-hal yang sudah berjalan baik wajib dipertahankan agar pelayanan tidak mundur.

Pengawasan terhadap distribusi air juga menjadi perhatian serius. Ia menyebut masih ada titik-titik jaringan pipa yang memerlukan perbaikan dan perawatan lebih lanjut. Meski belum merinci persentasenya, kondisi tersebut dinilai tidak boleh diabaikan karena berdampak langsung ke masyarakat.

Baca Juga :  Layanan KB Jemput Bola Diperkuat, Pemkot Banjarmasin Perluas Akses Kesehatan Keluarga

Menurut Edy, perbaikan pipa tidak hanya soal teknis, tetapi bagian dari tanggung jawab pelayanan publik. “Air bersih ini kebutuhan dasar, kalau infrastrukturnya bermasalah, dampaknya langsung dirasakan warga,” katanya.

Selain distribusi air, penanganan banjir juga masuk dalam agenda pengembangan sistem secara menyeluruh. Beberapa wilayah rawan banjir disebut sudah masuk dalam perencanaan solusi, baik melalui perbaikan sistem yang ada maupun pembangunan sistem baru.

Ia menegaskan, pengelolaan perusahaan daerah air minum harus tetap berpijak pada fungsi pelayanan, bukan semata mengejar angka. Pengawasan ketat diperlukan agar setiap kebijakan dan proyek benar-benar menjawab kebutuhan lapangan.

Dalam jangka panjang, Edy mendorong adanya evaluasi berkelanjutan terhadap sistem yang telah dibangun. Pendekatan ini dinilai memberi ruang adaptasi terhadap perubahan kondisi, termasuk pertumbuhan kawasan dan tantangan lingkungan.

“Perbaikan tidak boleh berhenti, ini proses panjang yang harus dikawal bersama,” tegasnya.

Dengan pendekatan bertahap, pengawasan teknis, dan perencanaan jangka panjang, Edy optimistis pengembangan sistem air bersih dan penanganan banjir dapat berjalan seiring untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Banjarmasin. (nug/KPO-4)

Iklan
Iklan