RANTAU, Kalimantanpost.com – Kepolisian Resor Tapin menggelar apel pasukan Operasi Keselamatan Intan 2026 di halaman Mapolres Tapin, Senin, (2/2/2026).
Operasi ini digelar untuk meningkatkan keselamatan dan ketertiban lalu lintas menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah.
Apel dipimpin Wakil Kepala Polres Tapin Kompol Aunur Rozaq dan diikuti personel Polri, TNI, Senkom, Orari, serta unsur Pemerintah Kabupaten Tapin. Operasi tersebut akan berlangsung selama 14 hari, mulai 2 hingga 15 Februari 2026, serentak di seluruh wilayah Kalimantan Selatan.
Aunur Rozaq mengatakan, apel gelar pasukan menjadi indikator kesiapan personel dan sarana pendukung dalam pelaksanaan operasi keselamatan lalu lintas.
Menurut dia, operasi ini dirancang secara terkoordinasi dan terpadu untuk memastikan keselamatan masyarakat di jalan raya.
Ia mengungkapkan, pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor yang tidak sebanding dengan ketersediaan infrastruktur jalan masih menjadi persoalan utama lalu lintas di Kalsel. Kondisi tersebut berdampak pada meningkatnya kepadatan, kemacetan, serta risiko kecelakaan.
Meski demikian, data Direktorat Lalu Lintas Polda Kalsel menunjukkan tren penurunan kecelakaan. Pada 2024 tercatat 947 kasus kecelakaan lalu lintas, sementara pada 2025 turun menjadi 871 kasus. Jumlah korban meninggal dunia juga menurun dari 389 orang pada 2024 menjadi 267 orang pada 2025.
“Penurunan ini harus dijaga dan ditingkatkan melalui kesadaran serta kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas,” kata Aunur Rozaq.
Ia menegaskan Operasi Keselamatan Intan 2026 mengedepankan pendekatan preemtif dan preventif yang didukung penegakan hukum secara profesional dan berkeadilan. Penindakan akan dilakukan melalui tilang elektronik statis dan mobile, serta pemberian teguran kepada pelanggar.
Aunur Rozaq menekankan, agar seluruh personel dalam melaksanakan tugas agar mengedepankan pendekatan humanis, persuasif, dan edukatif, serta menghindari tindakan arogan yang dapat merusak kepercayaan publik terhadap kepolisian.
Menurut dia, keberhasilan operasi tidak hanya bergantung pada kinerja Polri, tetapi juga sinergi dengan TNI, pemerintah daerah, Dinas Perhubungan, Jasa Raharja, tenaga medis, dan partisipasi masyarakat.
Aunur Rozaq mengajak masyarakat menjadikan keselamatan berlalu lintas sebagai bagian dari budaya sehari-hari dengan mematuhi rambu, menggunakan helm, menjaga kecepatan, dan mengutamakan keselamatan di jalan raya.
Disela upacara penyematan pita kepada tiga orang yakni Anggota Polisi, TNI Kodim 1010 Tapin, Anggota Satpol PP dan Petugas Dinas Perhubungan Tapin. (abd/KPO-4)















