BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Komitmen menciptakan situasi aman dan kondusif selama bulan suci Ramadhan terus ditunjukkan jajaran Polresta Banjarmasin. Memasuki hari ke-4 bulan puasa, Minggu (22/2/2026) dini hari, patroli skala besar kembali digelar dengan menyasar sejumlah titik rawan gangguan kamtibmas di wilayah Kota Banjarmasin.
Patroli tersebut dipimpin langsung Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Cuncun Kurniadi bersama Wali Kota Banjarmasin HM Yamin.
Sejumlah kawasan yang kerap dijadikan tempat berkumpul remaja, terutama pada malam hingga menjelang sahur, menjadi fokus pengawasan petugas.
Dalam operasi tersebut, Sat Reskrim bersama polsek jajaran berhasil mengamankan 14 remaja yang diduga hendak melakukan aksi perang sarung. Selain itu, petugas juga mendapati dua anak di bawah umur yang diduga menghirup lem, tiga buah senjata tajam, serta empat unit sepeda motor yang diduga akan digunakan untuk balapan liar.
Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin, Eru Alsepa, menegaskan pihaknya tidak akan memberi ruang bagi aktivitas yang berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat.
“Kami tidak ingin Ramadhan yang seharusnya diisi dengan ibadah justru ternodai oleh aksi-aksi yang mengarah pada tawuran atau kekerasan. Perang sarung ini sering dianggap sepele, padahal bisa memicu luka serius,” tegas Eru
Menurutnya, keberadaan tiga bilah senjata tajam yang turut diamankan menjadi bukti bahwa potensi gangguan tersebut tidak bisa dianggap main-main.
“Kalau kami temukan sajam di lokasi, tentu kami tindak tegas sesuai aturan hukum yang berlaku. Ini demi mencegah jatuhnya korban. Jangan sampai ada yang terluka atau bahkan kehilangan nyawa hanya karena aksi yang tidak bermanfaat,” katanya.
Terhadap 14 remaja yang diamankan, lanjutnya, pihak kepolisian akan melakukan pendataan dan pembinaan. Orang tua masing-masing juga akan dipanggil untuk diberikan pemahaman agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya.
“Kami akan panggil orang tuanya. Pengawasan keluarga sangat penting. Jangan sampai anak-anak berkeliaran sampai dini hari tanpa kontrol. Ini bukan hanya tugas polisi, tapi tanggung jawab bersama,” tambahnya.
Sementara itu, empat unit sepeda motor yang diduga hendak digunakan untuk balapan liar turut diamankan sebagai barang bukti. Polisi menegaskan, balapan liar selain mengganggu ketertiban umum juga sangat membahayakan pengguna jalan lainnya.
Polresta Banjarmasin memastikan patroli cipta kondisi akan terus dilakukan secara rutin, khususnya pada jam-jam rawan setelah salat tarawih hingga menjelang sahur. Langkah ini diharapkan mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang menjalankan ibadah di bulan suci Ramadhan.
“Kami ingin masyarakat bisa beribadah dengan tenang. Kalau masih ada yang coba-coba membuat gangguan, pasti akan kami tindak. Ramadhan harus kita jaga bersama agar tetap aman dan kondusif,” tambah Eru. (yul/KPO-3)















