Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Tanah Laut

Produk Kriya Tanah Laut Sasar Pasar Global di INACRAFT 2026

×

Produk Kriya Tanah Laut Sasar Pasar Global di INACRAFT 2026

Sebarkan artikel ini
Hal 2 Tala 1 3 klm 1
KEGIATAN - The 26th Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT 2026). (KP/Ist)

Pelaihari, KP – Produk kerajinan tangan khas Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, resmi tampil di ajang bergengsi The 26th Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT 2026) beberapa waktu lalu.

Pameran kerajinan terbesar di Asia Tenggara ini dibuka di Jakarta International Convention Center (JICC) dan menjadi panggung utama bagi produk lokal untuk merambah pasar internasional.

Kalimantan Post

Hadir langsung di lokasi, Wakil Bupati Tanah Laut, H. Muhammad Zazuli, bersama Wakil Ketua Dekranasda Tanah Laut, Hj. Wiwi Yuly Sasmita Zazuli. Keduanya tampak aktif mempromosikan detail produk kepada para pengunjung di Paviliun Kalimantan Selatan.

Keikutsertaan ini dinilai sebagai langkah konkret Dekranasda Tanah Laut dalam mendorong Usaha Kecil Menengah (UKM) unggulan daerah agar mampu bersaing di level global.

Mengusung semangat “From Smart Village to Global Market”, INACRAFT 2026 tahun ini menitikberatkan pada pemberdayaan perempuan pelaku usaha kriya. Acara dibuka secara resmi oleh Menteri Ekonomi Kreatif RI, Teuku Riefky Hars, dan dihadiri oleh Ketua Dekranas Pusat, Ny. Selvi Gibran Rakabuming.

Ketua Dekranasda Provinsi Kalimantan Selatan, Hj. Fathul Jannah Muhidin, menegaskan bahwa ajang ini adalah momentum strategis bagi seluruh kabupaten/kota di Kalsel.

“Keikutsertaan Kalimantan Selatan dalam INACRAFT merupakan momentum strategis untuk memperluas akses pasar dan memperkenalkan kekayaan budaya Banua,” tegasnya.

Kabupaten Tanah Laut menempati dua stan strategis dengan menampilkan komoditas pilihan seperti kain Sasirangan, ecoprint, hingga anyaman purun.

Dengan estimasi 100.000 pengunjung dan 1.000 pembeli (buyer) internasional yang hadir, Pemkab Tanah Laut optimis dapat membawa pulang kontrak dagang yang signifikan.

Eksistensi kerajinan kayu dan produk kriya lainnya di JICC diharapkan menjadi pemacu inovasi bagi perajin di desa-desa.

Target akhirnya adalah peningkatan kesejahteraan ekonomi lokal melalui standar kualitas dan desain yang kompetitif di pasar global yang semakin ketat. (rzk/K-6)

Baca Juga :  TP PKK Kalsel Gelar Pembinaan Terpadu di Tanah Laut
Iklan
Iklan