Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Opini

PUASA DAN KEPEDULIAN KITA

×

PUASA DAN KEPEDULIAN KITA

Sebarkan artikel ini
Ahdiat Gazali Rahman
H AHDIAT GAZALI RAHMAN

Oleh : H AHDIAT GAZALI RAHMAN

Pengertian puasa, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah : 1. Menghindari makan, minum, dan sebagainya secara sengaja, terutama berkaitan dengan keagamaan; (2) Salah satu rukun Islam berupa ibadah menahan diri atau berpantang makan, minum, dan segala yang membatal kannya mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari (saum). Puasa adalah tindakan menahan diri dari hawa nafsu dan konsumsi, baik fisik maupun hal lain yang dilarang. Puasa adalah kewajiban umat Islam sebagaimana firman Allah SWT, “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagai mana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”. (QS. Al Baqarah : 183).

Kalimantan Post

Seorang manusia yang mengaku dirinya muslim, maka wajib dia melakukan puasa sebab orang yang mengaku muslim wajib melaksanakan hukum Islam, sebagaimana hadis Nabi Muhmmad SAW, “Islam dibangun di atas lima perkara: persaksian bahwa tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, pergi haji, dan puasa di bulan Ramadhan”. (Al Bukhari dan Muslim). Sedangkan menurut aturan hukum Islam, puasa itu mendapatksn urutan ketiga yakin. Pertama mengakui ada Allah sebagai yang Maha kuasa, dan percaya tentang adanya Rasulah Muhammad, kedua melaksanakan sholat, ketiga melaksanakan puasa, sedangkan kedua rukun yang lain tidak semua orang dapat melaksanakan, seperti zakat dan pergi haji.

Dalam melaksanakan puasa, biasanya dilaksnakan dengan lahir dan batin, agar mendapatkan hal-hal yang diinginkan oleh manusia, ada pendapat jika melaksanakan puasa itu secara lahir batin, maka akan mendapatkan hal-hal sebagai berikut : Dengan melaksanakan puasa lahiriyah dan batiniyah sesuai tuntunan al-Qur’an dan al-Sunnah, akan memperoleh hikmah yang sangat tinggi, antara lain: pertama, meningkatkan ketakwaan, yang dengan takwa itu seorang akan memiliki bekal yang lengkap dalam segala kehidupannya. Dengan predikat takwa, maka seseorang akan memperoleh : (a) Rezeki yang banyak yang tidak terduga; (b) Memperoleh jalan keluar dari segala kesulitannya; (c) Dicukupkan kebutuhannya; (d) Urusannya dipermudah; (e) Mampu membedakan mana yang baik dan buruk; (f) Mendapatkan ampunan.

Baca Juga :  JURAIT

Hikmah kedua, doanya akan dikabulkan. Disebutkan dalam hadis ada tiga kelompok orang yang doanya tidak tertolak, yaitu : (a) Orang yang berpuasa sampai ia berbuka; (b) Pemimpin yang adil; dan (c) Orang yang teraniaya.

Hikmah puasa ketiga, adalah sebagai perisai dari siksa neraka. Hikmah keempat, sebagai penghapus dosa.

Hikmah kelima, dapat syafaat, disebutkan dalam hadis, puasa dan Al-Qur’an memberikan syafaat bagi seorang hamba di hari kiamat (HR. Ahmad)

Puasa itu sebenarnya adalah suatu tindakan, suatu latihan, yang mencoba merasakan betapa menderitanya saudara-saudara yang nasibnya belum beruntung, sehingga membeli makanan pokokpun sedikit mengelami kesusahan, dengan kata lain mereka tak mampu memenuhi kebutuhan hidupnya, mungkin karena tidak mendapatkan, belum mendapatkan pekerjaan yang dapat mengatur kehidupannya. Pertanyaannya, apakah setalah kita berpuasa lahir perasan itu, kita sangat peduli kepada 0rang miskin, yang tak dapat memenuhi kebutuhan hidupnya setiap hari. Alangkah eloknya ketika melaksanakan puasa, dan mendekati saat berbuka, tidak melakukan yang seolah melakukan belas dendam, karena tidak makan selama 12 jam, maka ketika berbuka puasa melakukan hal-hal seolah melakukan belas dendam, khususnya terhadap makanan, maka puasa seolah hanya menunda nafsu makan di siang hari, namun pada malam hari mereka bebas, melaksanakan sepuasnya, hal ini tentu tak akan melahirkan kepedulian terhadap sesama orang Islam yang belum mampu memenuhi kebutuhannya, puasa sewajarnya menjadi renungan bagaimana jika menjadi orang yang tidak mampu membeli makanan, sehingga harus menunda makan, dan membeli makanan hanya sesuai kemmpuan, sehingga puasa melahirkan kepedulian pada orang lain yang belum mampu memenuhi kebutuhan hidupnya, dengan kepedulian itu diharapakn orang yang berpuasa akan melakukan hal : 1. Tidak melakukan kecurangan dalam bentuk apapun demi kepentinagn pribadi; 2. Tidak melakukan suatu yang merugikan orang lain; 3. Tidak pernah berniat, berpikir untuk membuat kesusahan orang lain, demi kepentingan pribadi, keluarga, kelompok dan daerah; 4. Tidak mencari popularitas; 5. Melahirkan rasa persaudaraan yang sangat erat pada semua masyarakat khususnya masyarakat yang mengelami kesulitan dalam hidup.

Iklan
Iklan