Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Hukum & Peristiwa

Selundupkan 1,2 Kg Kokain, WNA Turki Ditangkap Polda Bali

×

Selundupkan 1,2 Kg Kokain, WNA Turki Ditangkap Polda Bali

Sebarkan artikel ini
IMG 20260207 WA0033
Kepala Kepolisian Daerah Bali Inspektur Jenderal Polisi Daniel Adityajaya didampingi Dirresnarkoba Polda Bali Komisaris Besar Polisi Radiant dan Kabid Humas Polda Bali Komisaris Besar Polisi Ariasandy menunjukkan barang bukti narkoba saat konferensi pers di Denpasar, Bali, Sabtu (7/2/2026). (Antara)

DENPASAR, Kalimantanpost.com – Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Bali mengungkap penyeludupan narkotika jenis kokain seberat 1.295,20 gram netto atau 1,2 kilogram yang melibatkan seorang warga negara asing asal Turki.

Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya saat konferensi pers di Denpasar, Sabtu (7/2/2026) mengatakan pelaku Halil Sener (26) merupakan seorang disk jockey (DJ).

Kalimantan Post

Dia ditangkap karena membawa kokain melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada Selasa (3/2/2/26) pukul 17.00 Wita.

HS masuk ke Bali menggunakan pesawat Emirates Ek368 yang mendarat dari Dubai.

“Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh petugas, tersangka HS mengaku dimintai tolong oleh seseorang bernama Miami. Selanjutnya, kami terus mengembangkan, mengungkap jaringan-jaringan yang terkait dengan pelaku. Kemungkinan besar jaringan internasional,” kata Daniel.

Selanjutnya, petugas Bea dan Cukai Ngurah Rai kemudian melakukan pemeriksaan barang tersangka dengan scan X-Ray.

Berdasarkan analisis ditemukan satu buah kemasan plastik bening yang di dalamnya berisi serbuk warna putih.

Karena curiga petugas Bea dan Cukai langsung menghubungi Ditresnarkoba Polda Bali untuk bersama-sama melakukan penggeledahan barang maupun badan HS.

Petugas menemukan barang bukti narkotika jenis Kokain seberat 1.295,20 gram netto.

Dari hasil pemeriksaan HS mengaku disuruh seseorang berinisial M. HS bertemu dengan M di sebuah hotel di Brazil.

M merupakan seorang WNA yang saat ini masih dilakukan pendalaman oleh pihak kepolisian.

HS mengaku belum mendapatkan upah dari penjualan barang terlarang tersebut.

“Untuk peredarannya, kalau dari hasil pemeriksaan dia hanya akan menyerahkan kepada M. Dan M ini yang masih kami dalami keberadaannya yang berada di wilayah Bali,” ujarnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan mendalam, HS ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat pasal primer berupa Pasal 609 Ayat (2) Huruf A Undang-undang, Nomor 1, tahun 2023 tentang KUHP juncto Pasal 609 Ayat (2) Huruf A Undang-undang Nomor 1 tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau penjara paling lama 20 tahun.

Baca Juga :  Mantan Menteri BUMN Rini Soemarno Diperiksa KPK pada Kasus Jual Beli Gas

Selain itu, dikenakan Pasal 610 Ayat (2) Huruf A Undang-undang Nomor 1 tahun 2023 tentang KUHP juncto Pasal 610 Ayat (2) Huruf A Undang-undang Nomor 1 tahun 2026 tentang penyesuaian pidana. (Ant/KPO-3)

Iklan
Iklan