Oleh : H AHDIAT GAZALI RAHMAN
Mengerjakan sholat hanya ada di agama Islam, sehingga pembeda antara orang Islam dan bukan Islam adalah sholat, sedangkan pekerjaan lain banyak serupa dikerjakan oleh orang muslim dan orang diluar Islam, tapi sholat, adalah pembeda antara manusia yang beragama Islam dan non Islam. Apa itu shalat? Dan apa yang didapat jika seorang telah melaksanakan shalat sesuai ajaran Islam? Shalat adalah salah satu kewajiban beriman, karena orang yang sholat berarti orang itu telah melaksanakan hukum Islam. Dalam Rukun Islam, ada lima pilar utama yang menjadi pondasi ibadah lahiriah seorang muslim, yakni Syahadat (mengucapkan dua kalimat syahadat), shalat (mendirikan salat lima waktu), zakat (membayar zakat), puasa (berpuasa di bulan Ramadan), dan haji (menunaikan haji bagi yang mampu), yang jika dijalankan dengan sempurna akan menyempurnakan keislaman seseorang. Allah berfirman, “Sungguh, sholat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yg beriman”. (QS. An Nisa : 103).
Sholat adalah kewajiban bagi setiap muslim dan termasuk rukun Islam yang kedua sholat adalah ibadah yang terdiri dari perkataan dan perbuatan yang diawali dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam dengan syarat dan rukun tertentu. Orang melakukan sholat sesuai waktu yang ditentukan pasti akan mendapatkan lima hal-hal yang akan diberikan Allah, yang penting sholat itu tepat waktu, sholat itu benar-benar khusus, maka orang melaksanakannya, menurut penceramah Adi Hidayat, yang bersumber dari Alquran dan Al Hadist, muslim yang melaksanakan sholat lima waktu tepat dan khusus akan memproleh lima hal, yakni : 1. Hati yang tenang, orang yang melaksanakan sholat tepat waktu pasti akan mendapat kan hati yang senang; 2. Akan mendapatkan rezeki banyak dan hidupnya akan dimudahkan Allah; 3. Akan menjadi manusia yang baik dan terbaik dalam lingkungan; 4. Semua doanya akan dikabulkan oleh Allah SWT; 5. Mendapatkan kesuksesan yang luar biasa, dalam kehidupan dunia dan kehidupan achirat, sesuai dengan ajaran Islam.
Perintah sholat adalah perintah yang langsung disampaikan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW, secara langsung ketika Nabi melaksanakan Isra Mi’raj, hal ini tentu sangat berbeda dengan kewajiban lain-dalam rukun Islam dan rukun Iman. Dari itu, sholat dalam Islam menjadi ciri seorang dikatakan beriman atau tidak beriman, dan kewajiban sholat adalah kewajiban pertama yang akan minta pertanggungjawab ketika manusia dihitung amalnya dalam pengadilan Ilahi Rabby, sebagaimana Nabi SAW bersabda, “Yang pertama kali akan dihisab dari seseorang pada hari kiamat adalah sholat. Jika sholatnya baik, akan baik pula seluruh amalnya. Jika shalatnya rusak, akan rusak pula seluruh amal perbuatannya”. (Anas bin Malik dan Ermiji).
Shalat adalah amal pertama yang dihisab, hal ini juga memiliki konsekuensi besar bagi nasib seorang muslim di akhirat. Jika shalatnya diterima, maka ada harapan besar bahwa amal-amal lainnya juga akan diterima. Sebaliknya, jika shalatnya ditolak, amal lainnya bisa jadi mengalami hal yang sama. Oleh karena itu, shalat menjadi ukuran utama dalam hisab amal di akhirat. Sebagaimana hadis, “Sesungguhnya amal pertama yang akan dihisab dari seorang hamba pada Hari Kiamat adalah shalatnya. Jika shalatnya baik, maka baik pula seluruh amalnya. Jika shalatnya rusak, maka rusak pula seluruh amalnya”. (Tirmidzi dan An Nasa’i).












