Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Opini

Syarat Agar RamadanMenjadi Puasa Terbaik

×

Syarat Agar RamadanMenjadi Puasa Terbaik

Sebarkan artikel ini
IMG 20260225 121417

Oleh : Saad Pamungkas
Unit Publikasi Tim SRB
(Syafiq Riza Basalamah)

 
Agar Ramadan menjadi puasa terbaik dalam hidup, terdapatdua syarat utama. Syarat pertama adalah berpuasa atas dasariman dan ihtisab.


Puasa tidak boleh sekadar ikut-ikutan atau karena tekananlingkungan. Ada yang berpuasa karena tidak enak dengantetangga, ada pula yang terpaksa karena dorongan keluarga. Puasa seperti ini berisiko hanya menghasilkan lapar dan dahaga tanpa nilai pahala.

Kalimantan Post


Rasulullah ﷺ bersabda, “Barang siapa berpuasa Ramadan karena iman dan mengharap pahala, diampuni dosa-dosanyayang telah lalu.” (HR Sahih al-Bukhari no. 38).


Iman berarti meyakini bahwa puasa adalah perintah Allah ﷻ. Ia berpuasa karena tunduk kepada firman-Nya, “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa…” (QS Al-Baqarah: 183).


Adapun ihtisab, bermakna mengharap pahala dengan penuhtekad, kesungguhan dan semangat. Puasa dijalani dengan jiwayang tenang, lapang dan rida. Tidak ada keluhan, tidak pula rasa berat yang berlebihan.


Orang yang berpuasa dengan iman dan ihtisab tidak akanmerasa hari-harinya terlalu panjang. Walaupun durasi puasaberbeda-beda di setiap negeri, bahkan ada yang mencapailebih dari dua puluh jam, iman membuatnya ringan.

AndaikanAllah ﷻ memerintahkan berpuasa lebih lama, ia tetap siapmenjalaninya karena keyakinan dan harapan pahala yang besar.
Sebaliknya, ketika iman dan ihtisab tidak hadir, puasa terasasangat berat. Waktu dihabiskan hanya untuk menungguberbuka. Jam terus dilihat, hari terasa panjang dan energiseakan terkuras hanya karena menghitung waktu. Bahkan adayang berusaha “memendekkan” puasa dengan memperbanyaktidur agar tidak merasakan beratnya puasa.


Kondisi ini berbeda dengan orang yang bekerja dengan penuhsemangat karena mengharap hasil. Ia tidak mengeluh meskibekerja dari pagi hingga sore, sebab ada tujuan yang ingindicapai. Demikian pula puasa. Jika dilakukan karena iman dan ihtisab, ia menjadi kenikmatan ruhani, bukan beban.

Baca Juga :  SHOLAT TEPAT WAKTU


Fenomena yang memprihatinkan muncul ketika rasa berat itumengalahkan iman. Ada yang hanya bersemangat di awalRamadan, memenuhi masjid pada malam pertama, laluperlahan jumlahnya berkurang. Ada pula yang terang-terangan meninggalkan puasa tanpa rasa malu. Semua ituberawal dari lemahnya iman dan tidak adanya ihtisab.


Karena itu, syarat agar Ramadan menjadi puasa terbaik adalahmenghadirkan iman yang kokoh dan ihtisab yang tulus. Puasa dijalani dengan keyakinan penuh terhadap perintah Allah ﷻserta harapan besar akan pahala dan ampunan-Nya. Dengandua hal ini, Ramadan tidak sekadar rutinitas tahunan, melainkan momentum perubahan dan peningkatan kualitasdiri.


(Tulisan ini disarikan dari kajian bertema “Syarat Agar Bulan Ramadan Ini Menjadi Puasa Terbaik Kita”)

Iklan
Iklan