BANJARBARU, Kalimantanpost.com — Bupati H. Yamani membuka Forum Lintas Perangkat Daerah untuk penyusunan Rencana Kerja Perangkat Daerah (Renja) 2027 di Mini Ballroom Blue Diamond, Hotel Grand Qin, Jumat (13/2/2026).
Forum ini menjadi ruang konsolidasi pemangku kepentingan guna mematangkan prioritas dan sasaran pembangunan daerah Kabupaten Tapin.
Yamani menegaskan forum tersebut merupakan mandat regulasi yang mewajibkan pembahasan rancangan awal Renja bersama para pemangku kepentingan.
“Forum ini adalah ruang strategis untuk memastikan arah pembangunan tahun 2027 benar-benar terencana, terukur, dan menjawab kebutuhan masyarakat,” kata Yamani.
Ia menekankan, 2027 merupakan tahun kedua pelaksanaan RPJMD 2025–2029. Dokumen RKPD 2027 akan menjadi dasar penyusunan KUA-PPAS dan APBD Kabupaten Tapin.
“Kita harus menjaga konsistensi antara perencanaan dan penganggaran. Tanpa sinkronisasi, target pembangunan sulit dicapai secara optimal,” ujarnya.
Yamani juga memaparkan capaian kinerja satu tahun terakhir. Indeks Pembangunan Manusia mencapai 74,98 (kategori tinggi), tingkat kemiskinan turun menjadi 2,91 persen, pertumbuhan ekonomi hingga triwulan III 2025 sebesar 4,26 persen, serta rasio gini berada di angka 0,236.
Di tingkat nasional, Pemkab Tapin kembali mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian untuk ke-11 kalinya. Akuntabilitas kinerja meraih predikat BB dengan nilai 74,24. Indeks SPBE tercatat 3,95 (sangat baik), sementara SPIP mencapai 3,53 (terdefinisi baik).
Pada sektor pelayanan publik, Tapin meraih penghargaan Universal Health Coverage kategori Madya, predikat Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi pada layanan administrasi kependudukan, serta dinobatkan sebagai kabupaten sangat inovatif. Kinerja penurunan stunting dan Mandaya Award dalam program pengentasan kemiskinan turut menguatkan catatan tersebut.
“Capaian ini bukan kerja satu pihak, tetapi hasil kolaborasi seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat Tapin,” ujar Yamani.
Ia juga menyampaikan pesan Rakornas Pusat dan Daerah awal Februari 2026 yang menekankan pentingnya sinergi lintas level pemerintahan.
“Saya minta seluruh kepala perangkat daerah aktif menangkap peluang program dari pemerintah pusat dan provinsi, sekaligus memperkuat strategi peningkatan PAD agar pembiayaan pembangunan berkelanjutan,” kata Yamani.
Forum ini diharapkan menghasilkan rumusan kebijakan dan skala prioritas pembangunan yang konkret serta berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat Tapin.(abd/relhum/KPO-=)















