Minibus membawa 12 penumpang tersebut di parkir di area turunan yang cukup curam.
MARTAPURA, KP – Insiden dialami sebuah minibus Elf bernomor polisi DA 7647 HB yang membawa rombongan wisatawan dari Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), tiba tiba nyelonong dan terjun ke jurang di kawasan paralayang Tahura Sultan Adam, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Sabtu (7/2) malam.
Poses evakuasi berlangsung cukup sulit karena medan yang curam dan berbatu. Sedikitnya lima unit mobil emergency dikerahkan untuk mengangkat minibus dari dasar jurang.
Tim yang terlibat di antaranya Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Banjar, Emergency Banjar Respons (EBR), REGAS, unsur kepolisian termasuk kendaraan taktis (rantis) milik Polres Banjar, serta relawan emergency lainnya yang turut membantu di lapangan.
Seluruh unsur bekerja dari membuka akses evakuasi di medan terjal, mengevakuasi korban dari dalam kendaraan hingga melakukan pengamanan di sekitar lokasi kejadian agar proses penarikan minibus dapat berlangsung aman dan terkendali.
Dari keterangan, peristiwa terjadi saat rombongan tiba di lokasi dan berencana bermalam di kawasan villa Tahura Sultan Adam.
Minibus membawa 12 penumpang tersebut di parkir di area turunan yang cukup curam di sekitar lokasi paralayang sebelum akhirnya meluncur tak terkendali.
Disebut, sang sopir berinisial FR (45) telah mengamankan kendaraan sebelum turun.
“Saat itu mobil dalam posisi terparkir di turunan yang cukup curam.
Rem tangan sudah ditarik dan sudah diganjal.
Tapi begitu saya turun, mobil tiba-tiba berjalan sendiri dan tidak sempat saya hentikan hingga akhirnya masuk jurang,” ucapnya.
Minibus kemudian meluncur sekitar 100 meter dari titik parkir awal sebelum terperosok ke jurang sedalam kurang lebih empat meter.
Dari kejadian, tidak seluruh penumpang turun saat minibus di parkir meluncur.
“Ada sekitar lima orang di dalam mobil. Bahkan ada satu yang sempat loncat.
Yang dibawa ke rumah sakit itu sekitar lima orang,” ucapnya.
Petugas Kepolisian telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Sejumlah ambulan disiagakan di lokasi untuk penanganan korban luka yang kemudian dibawa ke rumah sakit di Banjarbaru dan Martapura.
Sementara itu, sopir beserta minibus telah diamankan di Polres Banjar untuk keperluan pemeriksaan lebih lanjut.
Para korban yang berhasil dievakuasi dibawa ke Rumah Sakit Ratu Zalecha Martapura dan RS Permata Husada di Banjarbaru mengali luka-luka.
Salah satu penumpang dikabarkan mengalami luka cukup parah yaitu patah tulang. (*/K-2)















