Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
HEADLINE

Terobosan Pendidikan, Lapas Narkotika Karang Intan Hadirkan Program S1 bagi Warga Binaan

×

Terobosan Pendidikan, Lapas Narkotika Karang Intan Hadirkan Program S1 bagi Warga Binaan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260227 WA0024 e1772176021212
PENDIDIKAN - Kepala Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Karang Intan dan Rektor Universitas PGRI Kalimantan menandatangani kerja sama program S1 bagi warga binaan, Kamis (26/02/2026). (Kalimantanpost.com/devi).

MARTAPURA, Kalimantanpost.com – Terobosan besar lahir dari balik jeruji. Untuk pertama kalinya di Kalimantan, program pendidikan Strata Satu (S1) resmi hadir di dalam lingkungan Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Karang Intan melalui kerja sama dengan Universitas PGRI Kalimantan.

‎Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama digelar Kamis (26/02/2026) ini menjadi tonggak penting dalam transformasi sistem pemasyarakatan berbasis pendidikan. Program tersebut membuka akses kuliah formal bagi warga binaan tanpa harus meninggalkan proses pembinaan yang tengah dijalani.

‎Kepala Lapas Narkotika Karang Intan, Yugo Indra Wicaksi menegaskan, program ini bukan sekadar kegiatan akademik, melainkan investasi masa depan bagi warga binaan.

‎“Ini bukan hanya tentang menghadirkan kampus ke dalam Lapas, tetapi tentang membuka harapan baru. Kami ingin warga binaan memiliki bekal akademik yang kuat sehingga ketika kembali ke masyarakat, mereka siap bersaing dan memberi kontribusi positif,” ujarnya.

‎Menurutnya, pendidikan merupakan instrumen strategis dalam membentuk pola pikir yang lebih maju, produktif, dan bertanggung jawab. Dengan akses pendidikan tinggi, warga binaan diharapkan mampu memutus mata rantai stigma negatif serta membangun identitas baru yang lebih bermartabat.

‎Rektor Universitas PGRI Kalimantan, Dr Alimuddin A Djawad menyebut kerja sama ini sebagai langkah bersejarah dalam dunia pendidikan di Kalimantan.

‎“Belum pernah ada sebelumnya perkuliahan resmi yang masuk langsung ke dalam Lembaga Pemasyarakatan di Kalimantan. Ini menjadi kebanggaan bagi kami sebagai universitas pertama yang menghadirkan pendidikan tinggi di dalam Lapas,” tegasnya.

‎Ia menambahkan bahwa pendidikan adalah hak setiap warga negara tanpa terkecuali, termasuk mereka yang sedang menjalani masa pidana. Dengan standar kurikulum yang tetap mengacu pada regulasi pendidikan tinggi nasional, kualitas lulusan program ini dipastikan setara dengan mahasiswa reguler di luar lapas.

‎Secara teknis, sistem perkuliahan akan disesuaikan dengan kondisi dan keamanan lapas, mulai dari jadwal, metode pembelajaran, hingga pengawasan akademik. Model pembelajaran dirancang fleksibel namun tetap menjaga mutu dan integritas akademik.

‎Hadirnya program S1 ini diharapkan menjadi model pembinaan berbasis pendidikan yang dapat direplikasi di lapas lain di Kalimantan maupun Indonesia. Lebih dari itu, inisiatif ini menjadi pesan kuat bahwa kesempatan untuk berubah dan memperbaiki diri selalu terbuka — bahkan dari balik jeruji. (dev/KPO-4).



Baca Juga :  Masih Bisa “Hirup Udara Luar”

Iklan
Iklan