Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Wali Kota Banjarmasin “Dicegat” Kaum Ibu

×

Wali Kota Banjarmasin “Dicegat” Kaum Ibu

Sebarkan artikel ini
22bc
"DICEGAT” Wali Kota Banjarmasin HM Yamin HR “dicegat” ibu-ibu, disela resmikan Puskesmas Cempaka Putih, Rabu (11/2), dan situasi tumpukan sampah. (Ist/Aqli)

Banjarmasin, KP – Langkah Walikota Banjarmasin HM Yamin HR terhenti karena “dicegat” ibu-ibu).

Ini, disela resmikan Puskesmas Cempaka Putih di wilayah Kelurahan Kuripan, yang dibangun senilai Rp 6,8 Miliar, Rabu (11/2).

Kalimantan Post

Walikota sempat terhenti dan terdiam mendengarkan apa yang disampaikan para para ibu.

Mereka tak lain warga sekitar Komplek Cempaka Putih Banjarmasin Timur. 

Bahkan diantaranya pesiunan bidan yang lama bertugas di Puskesmas setempat yakni Bidan Hj Sri Lestari dan ada pula Bidah Hj Noorjanah serta ibu lainnya.

Paling utama mereka suarakan ingin  memberitahukan tentang Musala Darul Arqam di belakang bangunan Puskesmas  yang masih dirasa jalannya masih sempit, tak bisa masuk langsung kendaraan ke musala. Serta masih banyaknya tumpukan kayu-kayu  bekas pembangunan sekitar lokasi.

“Kita tadi maumnya Pa Walikota melihat langsung ke lokasi dengan kondisi di belakang dan sekitarnya, termasuk banyak tumpukan kayu di pemukinan sekitarnya,’” ucap Bidan Hj Sri Lestari.

Langkah Walikota yang ingin menuruti kaum emak-emak, sempat dihalangi oleh orang yang disebut sebut dari pihak Dinas Kesehatan, sehingga tak jadi cek lokasi dimaksud.

“Tapi, Alhamdullilah sidin (Walikota,red) menanggapi serius dan bilang akan dilakukan pembenahan secara perlahan. Kita berterimaksih,” tambahnya.

Sementara Bahrudin yang disapa Udin sebut, kalau soal menyangkut kebersihan dengan tumpukan bekas kayu dan playwood di sebuah lahan bekas rumah dinas kesehatan, sebenarnya paling mudah jika bergerak, jangan sampai terdengar dan terlihat Walikota.

“Yakni pihak Dinas Kesehatan atau pusekesmas koordinasi dengan Dinas Kebersihan, maka selesai dikerahkan truk dan pekerjanya.

Atau juga jadikan lahan parkir mobil, yang selama ini, banyak malah parkir mobil di dempetkan dengan bangunan puskesmas,” ucapnya.

Terpantau setelah usai peresmian, pihak Puskesmas, ada memerintahkan pekerja membersihkan tumpukan kayu sekitar musala, namun di lokasi lain dekat pemukiman belum terlaksana.

Baca Juga :  Dekati Ramadan 1447 H, YN'S Center Gelar Silaturahmi dan Perkuat Ukhuwah

[]Resmi Beroperasi

Kini Puskesmas Cempaka Putih resmi beroperasi.

Fasilitas kesehatan dengan dua lantai yang dibangun menggunakan APBD Kota Banjarmasin senilai Rp 6,8 miliar ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan kesehatan dasar bagi masyarakat.

Diharapkan bisa melayani rata-rata sekitar 100 pasien setiap hari dengan layanan yang lebih lengkap dan representatif dibanding sebelumnya.

Berbagai layanan tersedia di Puskesmas Cempaka Putih, di antaranya pelayanan kesehatan gigi dan mulut, ruang klaster kesehatan dewasa, klaster kesehatan lanjut usia, ruang pelayanan kesehatan ibu dan laktasi, serta ruang pelayanan kesehatan anak.

“Peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya pada layanan dasar, merupakan bagian dari visi dan misi Pemerintah Kota Banjarmasin,” kata HM Yamin HR.

Puskesmas Cempaka Putih menjadi contoh transformasi layanan kesehatan dasar yang akan diterapkan di seluruh puskesmas di Kota Banjarmasin.

“Kami berharap dapat memberikan pelayanan kesehatan dasar yang optimal bagi masyarakat,” ujarnya.

Yamin inginkan pelayanan kesehatan yang baik, ramah, serta kenyamanan bagi masyarakat yang berobat benar-benar diutamakanSementara Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Muhammad Ramadhan, menjelaskan Puskesmas Cempaka Putih didukung oleh 38 tenaga kesehatan, termasuk empat dokter umum dan spesialis.

Fasilitas ini melayani warga Kelurahan Kuripan dan Kelurahan Kebun Bunga, serta masyarakat Kota Banjarmasin yang berdomisili dan memiliki KTP Banjarmasin.

Selain pelayanan kesehatan dasar, puskesmas ini juga dilengkapi Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk menangani kondisi kegawatdaruratan, meski operasionalnya masih terbatas pada jam kerja.

Puskesmas ini diisi 38 tenaga kesehatan serta dokter umum dan spesialis,  juga menyediakan IGD bagi warga yang mengalami kegawatdaruratan, dengan operasional pada jam kerja.

“Pelayanan kesehatan harus hadir sedekat mungkin dengan warga.

Puskesmas ini kami rancang agar mudah diakses, cepat melayani, dan mampu menjawab kebutuhan dasar kesehatan masyarakat Kuripan dan Kebun Bunga,” sambung Walikota. (K-2)

Iklan
Iklan