Banjarbaru, KP– Stand Komite Ekraf Banjarbaru, dalam gelaran Creative Talk & Performance #8 bertema “Remaja, Bahasa Inggris dan City Branding Kota Kreatif”, sejumlah anak muda Banjarbaru melontarkan gagasan besar seperti menghadirkan Kampung Inggris sebagai identitas baru kota.
Diskusi yang dipandu Harie Insanie Putra menghadirkan M. Kent Jr, Moreno, Kenzie, dan Keisya. Mereka berbagi pengalaman belajar bahasa Inggris sekaligus membahas pentingnya penguasaan bahasa global untuk memperkuat citra kota.
Menurut para pembicara, city branding tidak cukup hanya dengan slogan. Identitas kota harus dibangun dari kualitas sumber daya manusia, termasuk kemampuan berbahasa Inggris yang kini menjadi kebutuhan di era global.
“Inspirasi yang diangkat adalah Kampung Inggris di Pare, Kediri. Kawasan tersebut dikenal sebagai pusat pembelajaran bahasa Inggris terbesar di Indonesia.” ujar Harie
Berawal pada 1977 oleh Kalend Osen melalui lembaga Basic English Course (BEC), kini ratusan lembaga kursus tumbuh di sana dengan sistem belajar intensif dan lingkungan English Area yang mendorong peserta aktif berbicara bahasa Inggris.
“Konsep serupa dinilai bisa diterapkan di Banjarbaru. Kampung Inggris bukan sekadar tempat kursus, tetapi ekosistem belajar yang imersif, terjangkau, dan membangun kepercayaan diri generasi muda.” lanjutnya.
Selain meningkatkan kemampuan bahasa, keberadaan Kampung Inggris juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi. Mulai dari pengajar, pengelola asrama, pelaku UMKM, hingga jasa transportasi bisa ikut berkembang. Bahkan, konsep ini bisa menjadi daya tarik eduwisata yang mendatangkan pelajar dari luar daerah.
Banjarbaru yang memiliki lima kecamatan dinilai memiliki ruang untuk mengembangkan simpul-simpul Kampung Inggris berbasis komunitas. Dengan dukungan pemerintah, komunitas, dan pelaku ekonomi kreatif, gagasan ini dinilai bukan hal yang mustahil untuk diwujudkan.(Dev/K-5)















