Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
BANK KALSEL

Bank Kalsel Berhasil Gelar RUPS Tahun Buku 2025

×

Bank Kalsel Berhasil Gelar RUPS Tahun Buku 2025

Sebarkan artikel ini
IMG 20260317 WA0010 e1773694941115
AGENDA TAHUNAN: Suasana RUPS Bank Kalsel tahun buku 2025, Rabu (4/3/2026) di Rattan Inn Banjarmasin. Kalimantanpost.com - Foto/HumasBank Kalsel

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Sebagian dari agenda tahunan perusahaan dalam mengevaluasi kinerja, serta menetapkan arah strategis perusahaan ke depan.
Bank Kalsel telah menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2025, Rabu (4/3/2026) di Rattan Inn Banjarmasin.

Pelaksanaan RUPS ini menjadi momentum penting bagi Bank Kalsel memperkuat kinerja perusahaan, meningkatkan tata kelola yang baik, serta memastikan keberlanjutan bisnis di tengah dinamika industri perbankan.

Kalimantan Post

Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin menyampaikan RUPS merupakan forum strategis bagi perusahaan dalam menyampaikan laporan kinerja kepada para pemegang saham, sekaligus membahas berbagai agenda penting yang berkaitan dengan pengembangan bisnis Bank Kalsel ke depan.

“RUPS Tahun Buku 2025 menjadi momentum bagi Bank Kalsel untuk mengevaluasi capaian kinerja perusahaan sekaligus memperkuat strategi bisnis ke depan. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kinerja, memperkuat tata kelola perusahaan yang baik, serta memberikan kontribusi optimal bagi peningkatan ekonomi daerah,” ujar Fachrudin.

Seiring dengan pelaksanaan agenda korporasi tersebut, Bank Kalsel juga memastikan kesiapan operasional layanan perbankan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Adapun untuk operasional layanan Bank Kalsel akan tutup sementara pada periode 18-24 Maret 2026, sehubungan dengan libur nasional dan cuti bersama Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1947, serta Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Mengingat periode Lebaran merupakan salah satu momen dengan aktivitas transaksi keuangan tertinggi setiap tahunnya, untuk mengantisipasi peningkatan transaksi tersebut, Bank Kalsel telah melakukan berbagai langkah penguatan.

Khususnya pada jaringan ATM dan Cash Recycling Machine (CRM) yang tersebar di berbagai wilayah.

Langkah yang dilakukan antara lain melalui preventive maintenance mesin ATM, termasuk pembersihan dan pengecekan serta pemeriksaan perangkat secara berkala.

Baca Juga :  Bank Kalsel Tiadakan Layanan Weekend Banking Saat Libur Nyepi dan Idul Fitri

Bank Kalsel juga menyiapkan petugas, guna memastikan kelancaran operasional dan penanganan gangguan teknis pada mesin ATM selama periode Ramadan dan libur Lebaran.

Dari sisi likuiditas, Bank Kalsel telah melakukan proyeksi arus kas guna memastikan ketersediaan dana dalam memenuhi kebutuhan transaksi masyarakat selama periode tersebut.

Berdasarkan proyeksi internal perusahaan, total dana masuk (cash in) diperkirakan mencapai sekitar Rp3,87 triliun.

Sementara itu, total proyeksi dana keluar (cash out) diperkirakan sebesar Rp1,41 triliun yang digunakan untuk mendukung berbagai kebutuhan transaksi masyarakat.

Antara lain, penyediaan likuiditas transaksi BI Fast selama periode libur Lebaran, pembayaran THR ASN dan pegawai swasta, serta pengisian kas ATM dan CRM di seluruh jaringan Bank Kalsel.

Per tanggal 11 Maret 2026, posisi kas Bank Kalsel tercatat sebesar Rp507 miliar, yang terdiri dari Rp426 miliar kas fisik di khasanah dan Rp81 miliar kas pada mesin ATM.

Sehingga dinilai cukup untuk mengantisipasi kebutuhan penarikan dana oleh nasabah.

Berdasarkan proyeksi internal perusahaan, total dana masuk (cash in) diperkirakan mencapai sekitar Rp3,87 triliun.

Sementara itu, total proyeksi dana keluar (cash out) diperkirakan sebesar Rp1,41 triliun yang digunakan untuk mendukung berbagai kebutuhan transaksi masyarakat.

Antara lain, penyediaan likuiditas transaksi BI Fast selama periode libur Lebaran, pembayaran THR ASN dan pegawai swasta, serta pengisian kas ATM dan CRM di seluruh jaringan Bank Kalsel.

Per tanggal 11 Maret 2026, posisi kas Bank Kalsel tercatat sebesar Rp507 miliar, yang terdiri dari Rp426 miliar kas fisik di khasanah dan Rp81 miliar kas pada mesin ATM.

Sehingga dinilai cukup untuk mengantisipasi kebutuhan penarikan dana oleh nasabah.(ADV/KPO-1)

Iklan
Iklan