Oleh: Meita Ciptawati, S.Pd
Pemerhati Generasi
Masalah Palestina Board of Peace (BoP) atau “Dewan Perdamaian” digagas oleh Amerika Serikat (AS) untuk menciptakan jalan damai bagi Palestina. Terdengar baik dan manis yaitu jalan damai bagi Palestina. Perdamaian yang diharapkan oleh rakyat dunia. Tapi apakah benar-benar bisa memberikan perdamain sungguhan dan penuh ketulusan?
Pada faktanya penggagas BoP sendiri adalah pelopor penjajah paling kejam di dunia yaitu Amerika Serikat (AS). Bagaimana Israel adalah anak emasnya dan hanya sebagai alat untuk menguasai Palestina tanpa harus turun tangan. Terbukti dengan biaya yang diberikan oleh Amerika ke Israel tidaknya sedikit, dengan jumlah yang banyak sehingga hingga hari ini nyawa warga Palestina terus melayang.
Sayangnya Indonesia sebagai negeri kaum muslimin dikabarkan ikut dalam anggota BoP. Rela membayar iuran BoP. Pasalnya konflik Israel dan Palestina masih saja berlangsung hingga hari ini. Padahal dewan perdamaian dunia dari PBB (Perserikatan Bangsa Bangsa) sudah ada mulai dulu, tapi tidak mampu memberantas Israel yang terus menguasai tanah Palestina. Adanya negeri muslim yang ikut dalam BoP hanya dijadikan pelengkap saja.
Ketika membuka mata kita temui BoP yang digagas dan dipimpin oleh Amerika Serikat (AS), padahal AS telah memiliki rekam jejak panjang dalam sebagai penjajah besar dunia. AS pernah melakukan invasi, kudeta dan juga penghancuran terhadap Afganistan, Irak, Libya, Suriah, Sudan dan banyak negeri kaum muslimin lainnya. Tujuan dari BoP untuk mengelola transisi Gaza pasca konflik, menjaga stabilitas, dan mencegah kekerasan berulang. Akan tetapi, struktur dan kewenangannya justru mengarah pada pengambilalihan kendali Gaza oleh pihak asing. Inilah ironi, juru damai bagi umat Islam adalah kaum penjajah (kaum kafir), padahal Allah SWT telah mengingatkan, “Allah sekali-kali tidak akan pernah memberikan jalan bagi kafir untuk menguasai kaum mukmin”. (QS. An Nisa: 141)
Harus kita ketahui ada bahaya BoP, yaitu merampas hak rakyat Gaza, dengan membentuk dewan eksekutif keamanan Gaza berarti urusan pemerintahan wilayah ini tak lagi ditangan rakyat Palestina. Ini dikelola oleh struktur asing. BoP mendorong pelucutan senjata oleh penduduk Gaza tapi tidak dengan Israel. Artinya keamanan Palestina berada ditangan musuhnya sendiri. Padahal Rasulullah bersabda: Siapa saja yang terbunuh karena membela hartanya maka ia syahid. Siapa saja yang terbunuh karena membela keluarganya, atau membela darah (jiwa)-nya atau membela agamanya maka ia syahid (HR at Tirmidzi). Hadits ini menunjukkan legitimasi syar’i atas tindakan membela diri dari agresi dan penjajahan.
Kemudian BoP tidak melibatkan Palestina sama sekali, padahal merekalah korban penjajahan sejati. Yahudi yang sebagai penjajah Palestina malah menjadi anggota dewan. Keterlibatan negeri muslim mengikuti BoP adalah pengkhianatan terhadap Palestina, demi menyenangkan tuannya rela saudara seiman terus dijajah berkedok perdamaian. Padahal Allah SWT telah berfirman, “Wahai orang-orang beriman, janganlah kalian menjadikan Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin”. (QS. Al Maidah: 51)
Palestina Butuh Pembebasan
Semua penjajahan yang terjadi oleh kaum kafir penjajah kepada kaum muslimin terus berlangsung dan tidak akan pernah berakhir tanpa adanya kesatuan kaum Muslimin. Yang dibutuhkan Palestina adalah jaminan keamanan dan pembebasan dari penjajahan. Jaminan keamanan tidak pernah didapat dari keamanan penjajah itu sendiri.
Kaum muslimin harus bersatu melawan penjajah dan tidak ikut mendukung bentuk penjajahan yang serupa. Seandainya pemimpin kaum muslimin satu suara dan bersatu bersama melawan penjajah Israel dan Amerika pasti kebebasan sesungguhnya didapatkan oleh Palestina. Kaum Muslimin harus bisa menempatkan mana kawan dan mana lawan. Hukum berteman dengan kafir harbi (kaum kafir yang memerangi kaum muslimin secara nyata) adalah haram, dan membelanya adalah bentuk pengkhiatan terhadap kaum muslimin. Satu-satunya solusi untuk perdamaian Palestina adalah adanya persatuan kaum muslimin dalam institusi Khilafah yang akan melahirkan pemimpin amanah yang benar-benar melindungi kaum muslimin dari penjajahan. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Imam (Khalifah) adalah perisai (pelindung)…”. (HR al Bukhari dan Muslim)
Maknanya, kata Imam an Nawawi ramimahullah: (Imam/Khalifah itu) seperti pelindung. Sebabnya, ia menghalangi musuh untuk menyakiti kaum Muslim … serta melindungi kemuliaan Islam (An-Nawawi, Syarh an-Nawawi ‘ala Muslim, 6/315).












