Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Barito Kuala

BPKAD Batola Tekankan Percepatan DAK Fisik Dan Optimalisasi PAD

×

BPKAD Batola Tekankan Percepatan DAK Fisik Dan Optimalisasi PAD

Sebarkan artikel ini
IMG 20260318 WA0033

MARABAHAN, Kalimantanpost.com – Pemerintah Kabupaten Barito Kuala (Pemkab Batola) kembali melaksanakan rutinitas apel pagi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di halaman Kantor Bupati Barito Kuala pada Senin (16/3/2026).

Bertindak sebagai pelaksana apel kali ini adalah Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Barito Kuala, dengan Kepala BPKAD Batola, H Fuad Syekh, SSos, MAP, sebagai Pembina Apel.

Kalimantan Post

Dalam amanatnya, H. Fuad Syekh membawa kabar positif terkait kesejahteraan pegawai. Ia menyampaikan bahwa Peraturan Pemerintah mengenai pembayaran Gaji ke-13 dan TPP THR ASN telah terbit. Beliau juga mengapresiasi kebijakan Bupati Barito Kuala yang telah mengeluarkan SK pembayaran sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi para ASN.

“Ini merupakan wujud penghargaan pemerintah agar kita dapat terus berkinerja dengan sebaik-baiknya, khususnya demi kemajuan Kabupaten Barito Kuala,” ujar Fuad.

Terkait pengelolaan keuangan daerah, Kepala BPKAD mengimbau seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) pengelola DAK Fisik untuk segera melakukan percepatan pengadaan barang dan jasa. Langkah ini selaras dengan instruksi Menteri Keuangan guna menstimulus pembangunan di daerah.

Beberapa poin penting yang ditekankan antara lain :

Koordinasi Aktif
SKPD diminta berkoordinasi dengan Inspektorat terkait proses review.

Efisiensi Waktu
Percepatan pembangunan sangat krusial mengingat kondisi keuangan yang dinamis agar hasil pembangunan segera dirasakan masyarakat.

Memasuki triwulan I tahun 2026, Pemkab Batola telah melaksanakan pergeseran anggaran tahap kedua.

H. Fuad Syekh mengingatkan agar setiap pergeseran yang diusulkan oleh SKPD benar-benar difokuskan pada program prioritas.

Menutup amanatnya, Fuad menyoroti realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang hingga 13 Maret 2026 baru mencapai kisaran 4 perse hingga 5 persen dari target. Ia mengajak seluruh jajaran untuk lebih semangat menggali potensi pajak dan retribusi daerah guna mengurangi ketergantungan pada dana transfer pusat.

Baca Juga :  Tingkatkan Kualitas Bacaan, Muslimat NU Gelar Tahsinul Qur'an

“Kita harus konsisten meningkatkan PAD dan menggali potensi yang ada agar target pendapatan yang telah direncanakan dapat berjalan maksimal,” pungkasnya.(adv/agung)

Iklan
Iklan