Batulicin, KP – Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif terus mendukung dan mendorong budaya kuliner lokal dengan menyediakan 42 stan bagi pelaku UMKM untuk berjualan kue tradisional selama Ramadhan 1447 Hijriah.
“Program ini dibungkus dalam Aksi Bajual Wadai 2026 di Lapangan Depan Masjid Al-Falah, Simpang Empat, dengan harapan, pelestarian budaya kuliner sekaligus penguatan ekonomi masyarakat terus terjaga,” kata Bupati Tanah Bumbu di Batulicin, Sabtu.
Bupati menegaskan bahwa aksi bajual wadai merupakan tradisi unik dan bersejarah di Kalimantan Selatan, khususnya di Kabupaten Tanah Bumbu. Tradisi ini tumbuh dari nilai kebersamaan, kearifan lokal, dan semangat berbagi yang hidup di tengah masyarakat Banua.
Aksi bajual wadai menghadirkan aneka makanan dan minuman khas Ramadhan yang menjadi identitas daerah. Setiap wadai yang tersaji mengandung cerita, nilai sejarah, serta warisan budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Ia menambahkan, kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan antara budaya, ekonomi, dan spiritualitas dalam suasana bulan Ramadhan.
Pemkab Tanah Bumbu berkomitmen terus melestarikan tradisi sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi daya tarik wisata kuliner daerah.
Bupati menegaskan, aksi bajual wadai menjadi wadah strategis bagi pelaku UMKM, khususnya usaha kuliner, untuk menampilkan kreativitas produk lokal.
“Perputaran ekonomi yang tercipta diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat serta memperkuat struktur ekonomi kerakyatan,” harap Bupati. (net/K-6)















