Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Tanah Laut

Diskominfostasan Tala Fokuskan Pengentasan Blank Spot di 9 Titik Baru

×

Diskominfostasan Tala Fokuskan Pengentasan Blank Spot di 9 Titik Baru

Sebarkan artikel ini
Hal 2 Tala 4 klm
KANTOR - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfostasan). (KP/Ist)

Pelaihari, KP – Pemerintah Kabupaten Tanah Laut melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfostasan) berkomitmen penuh mengentaskan kesenjangan akses digital.

Pada tahun anggaran 2026, instansi tersebut memprioritaskan pembangunan infrastruktur jaringan pada sembilan titik baru untuk menjangkau wilayah yang sebelumnya terkendala blank spot.

Kalimantan Post

Kepala Bidang Penyelenggaraan E-Government Diskominfostasan Tanah Laut, Haderiansyah, menegaskan bahwa Pemkab Tala telah menentukan arah kebijakan teknis dalam penyediaan akses komunikasi.

Saat ini, pemerintah daerah beralih dari skema penyediaan WiFi publik menuju optimalisasi teknologi GSM Booster.

Keputusan untuk mengutamakan GSM Booster didasarkan pada evaluasi kondisi geografis wilayah Tanah Laut.

Menurut Haderiansyah, teknologi ini dinilai lebih mampu menjawab tantangan cakupan sinyal di pedesaan dibandingkan layanan WiFi gratis yang bersifat lokal.

“Kami mengalihkan fokus dari penyediaan WiFi desa ke pemasangan GSM Booster. Pertimbangan utamanya adalah jangkauan efektif yang lebih luas, yakni mencapai radius 800 meter hingga 1,5 kilometer per unit menara,” ujar Haderiansyah di Pelaihari, Kamis (26/3/2026).

Selain efisiensi jangkauan, teknologi ini dipilih karena mampu menguatkan sinyal seluler yang sudah tersedia di tingkat warga.

Dengan demikian, sistem yang dibangun dapat menyesuaikan dengan operator seluler yang paling dominan digunakan oleh masyarakat di desa setempat.

Program ini merupakan manifestasi dari visi dan misi Bupati Tanah Laut dalam pemerataan pembangunan infrastruktur digital.

Dalam menentukan lokasi pemasangan, Diskominfostasan menerapkan skala prioritas berdasarkan tiga indikator utama, yaitu kepadatan penduduk untuk menjangkau area dengan populasi tinggi yang kesulitan sinyal, ketersediaan fasilitas kesehatan untuk mendukung layanan masyarakat, serta sarana pendidikan guna memperlancar kegiatan belajar-mengajar di tingkat sekolah.

Langkah ini merupakan keberlanjutan dari upaya serupa pada tahun sebelumnya. Tercatat, sebanyak lima desa telah berhasil terjangkau oleh program penguatan sinyal ini pada 2025, yakni Desa Riam Adungan, Salaman, Tebing Siring, Sambangan, dan Desa Tanjung.

Baca Juga :  Pastikan Wisatawan Aman Pantai Batakan Jadi Fokus Pengamanan Polsek Panyipatan

Untuk tahun 2026, anggaran reguler telah disiapkan bagi sembilan lokasi baru. Saat ini, pihak Diskominfostasan sedang melakukan pemetaan wilayah dan pemutakhiran data guna menentukan titik prioritas yang akan segera di eksekusi.

“Program ini murni inisiasi Diskominfo untuk menuntaskan blank spot. Saat ini kami sedang mengurutkan skala prioritas desa yang akan menerima pemasangan infrastruktur tersebut,” tutupnya.

Dengan langkah strategis ini, Pemkab Tanah Laut optimis dapat menekan angka blank spot secara signifikan, sekaligus mengakselerasi transformasi digital yang inklusif di wilayah pedesaan. (rzk/K-6)

Iklan
Iklan