Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
BANK KALSEL

DJPb Kalsel Rinci Indikator Utama Bank Kalsel Tumbuh bersama Masyarakat Banua

×

DJPb Kalsel Rinci Indikator Utama Bank Kalsel Tumbuh bersama Masyarakat Banua

Sebarkan artikel ini
IMG 20260324 203757
Kepala DJPb Kalsel) Catur Ariyanto Widodo. (Kalimantapost.com/ful)

Tak terasa Bank Kalsel telah memasuki usia 62 tahun. Di ibarat manusia, di usia tersebut sudah sangat matang dalam menempuh perjalanan hidup bersama masyarakat Kalimantan Selatan untuk membangun Banua.

Nah, di ulang tahunnya kali ini, Bank Kalsel mengangkat tema “Tumbuh Bersama untuk Banua yang Lebih Baik”.

Kalimantan Post

Terkait di HUT ke-62 tersebut, berikut petikan wawancara Kalimantan Post dengan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Kalimantan Selatan (DJPb Kalsel) Catur Ariyanto Widodo terkait pandangannya secara umum dan capai Bank Kalsel selama ini.

Bagaimana pandangan Bapak kinerja secara umum dan pertumbuhan capaian kinerja Bank Kalsel selama setahun terakhir ini?

Jawaban

Dalam pengelolaan keuangan negara dan daerah, bank umum (termasuk bank nasional dan Bank Pembangunan Daerah) berperan sebagai mitra strategis pemerintah yang menjalankan fungsi operasional perbankan untuk mendukung pelaksanaan APBN dan APBD. Keberadaan bank umum menjadi penghubung antara kebijakan fiskal pemerintah pusat dan daerah dengan implementasi nyata di lapangan, khususnya dalam pengelolaan kas, penyaluran belanja, dan layanan transaksi keuangan pemerintah.
Pada tahun 2025, realisasi pendapatan negara dan belanja negara yang dikelola masing-masing mencapai Rp16,1 Triliun dan Rp40,3 Triliun. Sementara realisasi pendapatan daerah dan belanja daerah masing-masing mencapai Rp44,1 Triliun dan Rp41,4 Triliun. Besarnya transaksi APBN dan APBD ini tentu membutuhkan keandalan sistem perbankan, termasuk di dalamnya sistem yang dimiliki oleh Bank Kalsel.
Secara umum, kinerja Bank Kalsel selama setahun terakhir menunjukkan arah yang positif dan semakin strategis, khususnya dalam menjalankan perannya sebagai Bank Daerah yang menjadi mitra pemerintah dalam mendukung pelaksanaan fungsi kami (Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Kalimantan Selatan) selaku Kuasa Bendahara Umum Negara di Daerah.
Ke depan, tentu kami berharap kinerja positif ini dapat terus ditingkatkan, khususnya melalui penguatan inovasi layanan, kepatuhan terhadap pengelolaan rekening pemerintah, serta peran yang lebih aktif dalam mendukung kebijakan fiskal nasional dan pembangunan daerah.

Baca Juga :  OJK Berharap Bank Kalsel Terus Melaju dengan Inovasi dalam Memperluas Inklusi Keuangan hingga Pelosok Banua

Apa indikator utama yang menunjukkan Bank Kalsel benar-benar “tumbuh bersama” masyarakat Banua?

Jawaban

Indikator utama Bank Kalsel benar-benar tumbuh bersama masyarakat Banua dapat dilihat dari sejauh mana bank ini hadir dan berfungsi nyata dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, layanan publik, dan pembangunan daerah, sejalan dengan peran fiskal negara yang kami kawal melalui Direktorat Jenderal Perbendaharaan.

Dari perspektif DJPb, terdapat beberapa indikator kunci yang mencerminkan hal tersebut:
a. Bank Kalsel menjadi saluran dana pembangunan kepada masyarakat. Bank Kalsel berperan
penting dalam menyalurkan dana pemerintah, termasuk Transfer ke Daerah dan belanja negara lainnya, sehingga program-program pemerintah dapat berjalan tepat waktu dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat Banua. Transfer ke Daerah (TKD) yang telah disalurkan dari APBN di tahun 2025 mencapai Rp30,1 Triliun, sebagian besar melalui Bank Kalsel. Belum lagi pengelolaan APBD seluruh pemda di Kalsel yang di tahun 2025 mencapai lebih Rp40 Triliun juga disalurkan melalui Bank Kalsel. Ketika belanja pemerintah lancar, kegiatan ekonomi lokal bergerak, dan masyarakat merasakan kehadiran negara secara nyata.

b. Dana daerah berputar dan memberi multiplier effect di ekonomi lokal. Pertumbuhan Bank Kalsel yang sehat, berbasis dana pemerintah daerah dan masyarakat, serta disalurkan kembali ke sektor produktif lokal baik UMKM, perdagangan, dan sektor unggulan daerah lainnya, menunjukkan bahwa Bank Kalsel bukan sekadar institusi keuangan, tetapi menjadi salah satu motor penggerak ekonomi Banua.

c. Akses layanan perbankan yang semakin luas dan inklusif. Indikator lainnya adalah semakin luasnya jangkauan layanan Bank Kalsel, baik secara fisik maupun digital, hingga menjangkau masyarakat di pelosok. Hal ini sejalan dengan agenda pemerintah dalam memperluas inklusi.keuangan dan elektronifikasi transaksi pemerintah yang juga menjadi fokus kami di DJPb.

Baca Juga :  Bupati Tala Anggap Bank Kalsel Sebagai Jantung yang Memompa Harapan Bagi Setiap Jengkal Tanah Banua

d. Dukungan terhadap transparansi dan tata kelola keuangan daerah. Bank Kalsel yang tumbuh bersama masyarakat adalah bank yang mendukung pengelolaan keuangan pemerintah daerah secara akuntabel dan modern. Melalui layanan non-tunai, sistem pembayaran yang andal, serta integrasi dengan proses perbendaharaan (seperti SP2D Online), Bank Kalsel membantu memastikan setiap rupiah uang negara dikelola secara tertib dan bertanggung jawab.

e. Ketahanan dan stabilitas di tengah dinamika ekonomi. Ketika Bank Kalsel tetap tumbuh, menjaga layanan, dan mendukung pembiayaan daerah bahkan dalam kondisi ekonomi yang menantang. Hal tersebut menjadi indikator bahwa bank ini tumbuh bersama masyarakat, bukan meninggalkan masyarakat.
Bagi kami di Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Bank Kalsel yang tumbuh bersama masyarakat Banua adalah Bank Kalsel yang mampu menyalurkan fungsi fiskal negara hingga ke akar rumput, menjaga perputaran ekonomi daerah, dan memastikan pembangunan daerah berjalan
berkesinambungan. Di titik itulah pertumbuhan bank dan kesejahteraan masyarakat akan benarbenar sejalan.

Dari pandangan Bapak, program apa saja yang secara langsung menyentuh masyarakat kecil
dan pelaku usaha lokal?

Jawaban

Salah satu program yang kami lihat langsung menyentuh masyarakat kecil dan pelaku usaha lokal adalah peran Bank Kalsel dalam menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Kredit ini merupakan fasilitas pembiayaan yang disalurkan Bank Kalsel dalam rangka mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan skema pembiayaan bersubsidi pemerintah, guna
memperluas akses permodalan dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. KUR Bank Kalsel menjadi bukti nyata kehadiran negara dan pemerintah daerah dalam mendukung UMKM Banua, dengan menyediakan pembiayaan terjangkau, mendorong usaha lokal tumbuh berkelanjutan, dan memperkuat fondasi ekonomi daerah. (nau/KPO-1)

Iklan
Iklan