Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Olahraga

Dominasi Pecatur HSU Raih Juara di Catur Cepat Non Master se Banua Anam dan Banjar

×

Dominasi Pecatur HSU Raih Juara di Catur Cepat Non Master se Banua Anam dan Banjar

Sebarkan artikel ini
IMG 20260330 WA0048 e1774877291304
Pecatur asal Kabupaten Hulu Sungai Utara, Sulaiman meraih juara Turnamen Catur Cepat Non Master se-Banua Anam dan Kabupaten Banjar dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Tapin ke-60 Tahun 2026. (Kalimantanpost.com/Repro Pribadi)

TAPIN, Kalimantanpost.com – Dominasi pecatur-pecatur dari Hulu Sungai Utara (HSU) meraih juara di Turnamen Catur Cepat Non Master se-Banua Anam dan Kabupaten Banjar dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Tapin ke-60 Tahun 2026.

Untuk juara pertama di sabet pecatur HSU, Sulaiman setelah dalam pertandingan terakhir babak delapan, Sabtu (28/3/2026) berhasil mengalahkan Suraji dari HST. Berkat kemenangan itu, Sulaiman memperoleh 7 dan unggul Solkof 41,5

Kalimantan Post

Bagi Suraji sendiri, dengan kekalahan itu harus puas diperingkat keempat dengan poin.

Posisi kedua ditempati Riduan dari HST dengan skor 7 usai mengalahkan H Syamsul A di babak kedelapan. Walau pun poin sama 7 dengan Sulaiman, tapi Riduan kalah Solkof hanya 39.

Juara ketiga oleh Ade Sumarna juga dari HSU dengan 6,5 poin serta Rony Waluya (HSU) diperingkat kelima dengan skor 6.

Turnamen yang mempertandingkan delapan babak dengan format catur cepat 15+3 detik para pecatur HSU tampil dominan. Dari tujuh atlet yang diturunkan, mereka berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan menempati peringkat 1, 3, 5, serta masuk dalam 15 besar.

“Hasil ini menunjukkan kekuatan dan konsistensi para pecatur HSU dalam bersaing di tingkat regional,” ujar Ketua Percasi Kabupaten HSU, Ahmad Raihan Hasa, SAg, SH, MH.

Ada pun tujuh pecatur HSU yang mengikuti even itu yakni Sulaiman, M Setiabudi, SPd,
Ade Sumarna, M Andi Al Ghifari, Rony Waluya, SPd,
M Fatih Salim dan Anang Manani.

Perjalanan Sulaiman menuju gelar juara tidaklah mudah. Pada babak ketujuh, ia harus berhadapan dengan rekan satu daerahnya, Rony Waluya, dan berhasil meraih kemenangan penting. Memasuki babak kedelapan atau babak penentuan, Sulaiman ditantang oleh pecatur tuan rumah, Suraji. Namun, berkat pengalaman dan ketenangannya dalam bertanding, Sulaiman mampu mengatasi tekanan dan menundukkan Suraji, sehingga memastikan dirinya sebagai juara.

Baca Juga :  Fafage Banua Semakin Kokoh di Puncak PFL Usai Kalahkan Moncongbulo FC 2-1

Dalam turnamen ini, setiap kabupaten hanya diperbolehkan mengirimkan maksimal tujuh atlet, sehingga persaingan berlangsung ketat dan penuh strategi.

“Keberhasilan Sulaiman menjadi juara tentu menjadi kebanggaan tersendiri, tidak hanya bagi dirinya tetapi juga bagi masyarakat dan daerah HSU,” papar Raihan.

Ditambahkan mantan pecatur PON Kalsel ini, pihaknya merasa bangga atas pencapaian para atlet catur HSU. “Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi atlet lainnya untuk terus berprestasi. Kedepan, pembinaan terhadap pecatur berbakat non master akan semakin diintensifkan agar lebih terarah dan mampu mencapai prestasi yang lebih tinggi,” tegasnya.

Raihan juga menyampaikan ucapan terima kasih dan selamat kepada seluruh atlet yang telah berjuang dan mengharumkan nama daerah. Ia menilai prestasi ini sebagai tanda kebangkitan pecatur HSU, setelah sebelumnya juga berhasil meraih juara umum pada ajang Porprov XII di Kabupaten Tanah Laut tahun 2025.

Tak lupa, ia menyampaikan apresiasi kepada Ketua KONI dan pemerintah daerah yang selama ini terus memberikan dukungan serta fasilitas bagi para atlet catur dalam meraih prestasi.

Kejuaran catur diikuti sebanyak 54 pemain utusan dari Banuan anam (Tabalong, HSU, Balangan, HST, HSS , Tapin dan Kabupaten Banjar. (ful/KPO-3)

Iklan
Iklan