Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Olahraga

Fafage Banua Terdepan Menuju Intercontinental Futsal Cup Brazil

×

Fafage Banua Terdepan Menuju Intercontinental Futsal Cup Brazil

Sebarkan artikel ini
IMG 20260330 WA0017 e1774850295832
Pemain Fafage Banua saat melakukan selebrasi. (Kalimantanpost.com/ReprovFafage Banua)

​BANJARMASIN, Kalimantanpost.com –
Berakhirnya pekan ke-8 Series Banjarbaru, Kalimantan Selatan pada Pro Futsal League (PFL) 2025/2026 mempertegas peta persaingan menuju Final Four, menjelang bergulirnya Series 9 di Jakarta pada 18-19 April 2026 mendatang.

​Persaingan PFL musim 2025/2026 memiliki nilai sejarah dan gengsi yang jauh lebih tinggi dibandingkan musim-musim sebelumnya. Kompetisi Futsal Indonesis (KFI) telah memastikan kampiun PFL musim ini akan mendapatkan tiket eksklusif untuk mewakili Indonesia bertarung di ajang bergengsi Intercontinental Futsal Cup 2026 yang akan digelar di Pato Branco, Brazil, pada bulan November mendatang.

Kalimantan Post

Hal ini menjadikan setiap poin di sisa musim reguler bernilai layaknya paspor menuju panggung dunia.

​Berdasarkan data klasemen terbaru, peta persaingan PFL 2025/2026 saat ini terbagi ke dalam beberapa zona krusial yang akan menjadi sorotan utama di seri Jakarta:

Fafage Banua tampil sebagai penguasa absolut hingga pekan ke-8. Dengan raihan 36 poin dari 13 pertandingan, mereka menjaga jarak aman 7 poin dari pesaing terdekatnya.

Pada Series 9 di Jakarta nanti, Fafage Banua memiliki peluang besar untuk mengunci tiket Final Four lebih awal jika mampu mempertahankan tren kemenangan mereka, sekaligus menjaga asa menjadi wakil Indonesia di panggung global

Sementara itu, tiga tiket tersisa menuju Final Four diperebutkan dengan selisih poin yang sangat tipis antara peringkat kedua hingga keenam.

Pangsuma FC dan Black Steel FC saat ini berada di posisi yang cukup menguntungkan dengan poin imbang (29 poin), menempati peringkat kedua dan ketiga.

Namun, posisi keduanya mendapat ancaman serius dari Cosmo JNE di peringkat keempat dengan 28 poin. ​Ancaman terbesar di zona ini datang dari Bintang Timur Surabaya (BTS).

Berada di peringkat kelima dengan 27 poin, BTS memiliki keuntungan strategis karena baru memainkan 11 pertandingan—dua laga lebih sedikit dibandingkan tim-tim di atasnya. Jika BTS mampu memaksimalkan laga tunda dan menyapu bersih kemenangan di Series 9, peta persaingan di posisi dua besar dipastikan akan berubah drastis.

Baca Juga :  Menang Dramatis Atas Slovakia 4-3, Selangkah Lagi Kosovo Ukir Sejarah ke Piala Dunia 2026

Sementara itu, Unggul FC (25 poin) di peringkat keenam juga masih memiliki peluang secara matematis dan diwajibkan tampil tanpa cela di Jakarta untuk terus menempel ketat zona Final Four.

Pembuktian Konsistensi*
Di papan tengah, Nanzaby FC (13 poin dari 11 laga), Kuda Laut Nusantara (11 poin), dan Moncongbulo FC (10 poin) terus berupaya memperbaiki tren permainan mereka.

Meski jarak poin menuju empat besar cukup jauh, laga di Series 9 tetap menjadi ajang pembuktian konsistensi taktik dan mental bertanding bagi ketiga tim tersebut.

Lalu, pada musim 2025/2026 ini, KFI telah menetapkan bahwa tidak ada sistem degradasi. Kebijakan ini memberikan ruang bagi tim-tim yang sedang terpuruk untuk fokus pada evaluasi dan pembangunan ulang skuad tanpa tekanan turun kasta.

Bagi Halus FC (7 poin), Asahan FC (3 poin), dan Raybit FC (2 poin) yang saat ini menghuni dasar klasemen, Series 9 di Jakarta akan menjadi momentum penting untuk meraih poin penuh demi memulihkan kebanggaan klub dan suporter di sisa musim ini.

​Dengan tiket menuju Brasil yang dipertaruhkan, Series 9 di Jakarta diproyeksikan menjadi salah satu seri paling menentukan dan kompetitif dalam sejarah fase reguler PFL.

KFI mengajak seluruh pencinta futsal tanah air untuk menantikan adu strategi maksimal dari 12 tim peserta pada pertengahan April mendatang. (ful/KPO-3)

Iklan
Iklan