Banjarbaru, KP – Gemerlap lampion tanglong dan tabuhan gendang Bagarakan Sahur memeriahkan kawasan depan Balai Kota Banjarbaru hingga Lapangan dr. Murjani pada Sabtu (14/03/2026) malam. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari Festival Tanglong dan Bagarakan Sahur bertajuk “Pesona Elok Ramadan 2026.”
Selepas salat tarawih, masyarakat mulai memadati area Lapangan Murjani untuk menyaksikan berbagai penampilan peserta festival. Kegiatan yang digelar pada malam ke-24 Ramadan 1447 Hijriah ini menghadirkan perpaduan antara nuansa religius Ramadan dengan kreativitas budaya masyarakat Banjarbaru.
Festival tersebut secara resmi dibuka oleh Wali Kota Banjarbaru yang diwakili Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik, Marhain Rahman.
Dalam sambutan tertulis Wali Kota Banjarbaru yang dibacakannya, Marhain menyampaikan apresiasi kepada Komite Ekonomi Kreatif Kota Banjarbaru yang telah menggagas kegiatan tersebut.
“Atas nama Pemerintah Kota Banjarbaru, kami menyampaikan apresiasi kepada Komite Ekonomi Kreatif Kota Banjarbaru yang telah menggagas dan menyelenggarakan kegiatan ini,” ujarnya.
Menurutnya, Festival Tanglong dan Bagarakan Sahur tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat selama bulan Ramadan, tetapi juga menjadi upaya untuk menjaga dan melestarikan tradisi budaya yang telah lama berkembang di tengah masyarakat.
“Melalui festival ini, kita memberikan ruang bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengekspresikan kreativitas, inovasi, serta memperkuat semangat kebersamaan,” tambahnya.
Dalam festival tersebut, Tanglong atau lampion hias berukuran besar dipajang berjajar di kawasan depan Balai Kota Banjarbaru dengan berbagai desain menarik dan bernuansa Islami.
Sementara itu, Bagarakan Sahur yang menampilkan irama musik khas untuk membangunkan sahur dipentaskan di panggung utama Pasar Ramadan yang berada di kawasan Lapangan Murjani.
Para peserta tampil memukau dengan berbagai kreasi kostum dan alat musik yang digunakan. Beberapa di antaranya bahkan memanfaatkan barang-barang bekas sebagai alat musik, sehingga menambah daya tarik penampilan mereka di hadapan penonton.
Kehadiran festival ini membuat suasana malam Ramadan di Kota Banjarbaru semakin semarak. Selain menjadi sarana pelestarian budaya, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif masyarakat.
Aktivitas UMKM di sekitar Lapangan Murjani turut menggeliat seiring ramainya pengunjung yang datang untuk menyaksikan festival sekaligus menikmati berbagai kuliner yang dijajakan selama Ramadan.(Dev/k-5)















