Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Kalsel

Jika Ada Kurang Pas, Arutmin Terbuka Dikritik

×

Jika Ada Kurang Pas, Arutmin Terbuka Dikritik

Sebarkan artikel ini
1 2 klm arutmin
Dhangku Putra WP, Kepala Kantor PT Arutmin Indonesia-Banjarbaru.

Banjarmasion, KP – PT Arutmin Indonesia, menegaskan bahwa perusahaan terbuka terhadap kritik dan masukan yang membangun.

Hal tersebut dinilai penting sebagai bagian dari upaya perbaikan dan peningkatan kinerja perusahaan.

Kalimantan Post

“Kalau memang ada hal-hal yang kurang pas, kami bisa langsung meluruskan. Di sisi lain, kami juga berharap teman-teman media dapat membantu menyampaikan hal-hal positif yang telah kami lakukan, termasuk berbagai penghargaan yang berhasil diraih,” kata Dhangku Putra WP, Kepala Kantor PT Arutmin Indonesia – Banjarbaru, Senin (9/3).

Melalui kegiatan silaturahmi lanjutnya, Arutmin berharap hubungan baik dengan media di Kalsel dapat terus terjalin sehingga informasi yang sampai ke masyarakat dapat lebih berimbang, akurat, dan memberikan manfaat bagi semua pihak.

Kegiatan silaturahmi dirangkai buka puasa bersama bersama insan pers mendapat apresiasi dari kalangan media. Momentum tersebut dinilai tidak hanya mempererat hubungan, tetapi juga menjadi ruang memperkuat kemitraan antara dunia usaha dan media.

Pihak Arutmin menyampaikan bahwa kegiatan serupa tidak hanya dilaksanakan di Banjarmasin, tetapi juga digelar di sejumlah daerah lain. Dalam beberapa hari ke depan, agenda silaturahmi bersama media akan dilanjutkan di Tanah Laut, kemudian Tanah Bumbu pada Rabu, serta Kotabaru pada Kamis.

“Untuk hari ini khusus bersama teman-teman media dari Banjarmasin, Banjarbaru dan juga tingkat provinsi. Kegiatan ini menjadi bagian dari silaturahmi yang kami harapkan bisa terus berkelanjutan,” ujar perwakilan Arutmin.

Ia menambahkan, silaturahmi dengan media sebenarnya telah rutin dilakukan setiap tahun, khususnya pada momen Ramadan melalui acara buka puasa bersama.

Ke depan, pertemuan serupa juga direncanakan akan terus dilakukan di luar bulan Ramadan melalui berbagai kegiatan kolaboratif.

Menurutnya, hubungan yang baik dengan media sangat penting bagi perusahaan. Selain untuk menyampaikan informasi mengenai kegiatan dan capaian perusahaan kepada masyarakat, media juga menjadi mitra strategis dalam memberikan masukan dan informasi dari masyarakat.

Baca Juga :  Kolaborasi Polda Kalsel dengan Instansi Terkait

“Bagi kami, media juga menjadi penyeimbang.

Terkadang ada informasi dari masyarakat yang mungkin tidak bisa kami dapatkan secara utuh.

Melalui kolaborasi dengan teman-teman media, kami bisa memperoleh gambaran yang lebih lengkap,” jelasnya.

Sementara Ketua PWI Kalsel, Zainal Helmi menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini penting untuk terus dilaksanakan, tidak hanya sebagai ajang silaturahmi, tetapi juga untuk membangun kolaborasi yang berdampak pada peningkatan kualitas kerja jurnalistik.

“Kami mengapresiasi Arutmin yang selalu melaksanakan kegiatan seperti ini.

Selain mempererat silaturahmi, tentu kita juga berharap kemitraan ini bisa menperkuat kolaborasi,” ujarnya.

Kebersamaan dengan PT Arutmin Indonesia mendapat apresiasi dari kalangan media.

Momentum tersebut dinilai tidak hanya mempererat hubungan, tetapi juga menjadi ruang memperkuat kemitraan antara dunia usaha dan media.

Penting untuk terus dilaksanakan, tidak hanya sebagai ajang silaturahmi, tetapi juga untuk membangun kolaborasi yang berdampak pada peningkatan kualitas kerja jurnalistik.

“Kami mengapresiasi Arutmin yang selalu melaksanakan kegiatan seperti ini.

Selain mempererat silaturahmi, tentu kita juga berharap kemitraan ini bisa mendorong peningkatan kinerja bersama,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi industri media saat ini juga menghadapi berbagai tantangan, terutama di tengah dinamika perekonomian dan perubahan regulasi yang berpotensi memengaruhi ekosistem media di Indonesia.

Ia mencontohkan kemungkinan masuknya modal asing secara lebih luas dalam industri media yang dikhawatirkan dapat menimbulkan persaingan semakin ketat bagi media nasional maupun daerah.

“Situasi sekarang memang tidak bisa dibilang baik-baik saja.

Tantangan media semakin besar. Jika nanti ada kebijakan yang membuka peluang modal asing 100 persen mendirikan media di Indonesia, tentu dampaknya akan sangat besar, terutama bagi media-media lokal,” katanya.

Karena itu, ia berharap kerja sama antara perusahaan dan media tidak hanya berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi juga bisa berkembang dalam bentuk program yang lebih konkret, seperti pelatihan, peningkatan kapasitas wartawan, maupun kegiatan kolaboratif lainnya. (nau/K-2)

Iklan
Iklan