Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Internasional

JPPPMI Gelar Voice of Uzbekistan

×

JPPPMI Gelar Voice of Uzbekistan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260327 WA0022 e1774610055230

JAKARTA, Kalimantanpost.com – Dalam rangkaian kegiatan Ramadhan, organisasi Jam’iyah Pengasuh Pondok Pesantren & Mubalighoh (JPPPM) Indonesia menggelar acara Bincang Live Instagram bertajuk “Voice of Overseas: Uzbekistan”.

Acara yang berlangsung secara live streaming ini menghubungkan peserta dari Indonesia dengan Museum Imam Bukhari di Samarkand, Uzbekistan (16/3), dan menyoroti pentingnya pelestarian sejarah, diplomasi, serta penemuan kembali makam Imam Bukhari yang memiliki ikatan mendalam dengan Indonesia.

Kalimantan Post

Acara yang dipimpin oleh Ketua JPPPM, Hannik Maftunah, dan dipandu oleh pembawa acara Ning Fetra ini menghadirkan pembicara utama Rofi Eka Shanty, perwakilan Indonesia pertama di Pusat Penelitian Ilmiah Internasional Imam Bukhari.

Dalam paparannya, Rofi menegaskan bahwa Uzbekistan bukan sekadar destinasi wisata, melainkan sebuah perjalanan sejarah yang kaya akan warisan spiritual dan keilmuan.

Rofi yang juga dikenal sebagai Kepala Biro Jakarta Kalimantan Post ini menyoroti peran penting Presiden pertama Indonesia, Soekarno, dalam memfasilitasi ditemukannya kembali makam Imam Bukhari.
Menurutnya, momen ini menjadi pengingat bagi generasi muda dan para peziarah untuk kembali menyambungkan diri dengan narasi sejarah bersama tersebut.

“Jejak perjalanan keilmuan dari Arab Saudi melalui Jalur Sutra di Uzbekistan hingga ke China menggambarkan semangat para ulama terdahulu yang menuntut ilmu hingga ke penjuru dunia,” ujar Rofi, seraya mengaitkannya dengan sabda Nabi Muhammad SAW: “Tholabul ilmi faridhotun ‘ala kulli muslim, walau bil shin” (Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim, meskipun harus ke negeri China).

Diskusi tersebut juga menyoroti peran krusial perempuan di Pusat Penelitian Ilmiah Internasional Imam Bukhari. Bukan hanya dalam riset dan kajian manuskrip, tetapi juga dalam kepemimpinan administratif.

Kontribusi ini diperkuat oleh pernyataan dari Dr. Iroda Daurbekova dan Mekhribon, yang menegaskan bahwa peran perempuan sangat diakui baik di ranah akademik maupun manajerial di lembaga tersebut.

Baca Juga :  Kami Merayakan “Indonesia” di Uzbekistan

Mengakhiri acara, Rofi Eka Shanty menyampaikan ajakan kepada masyarakat Indonesia untuk memandang Uzbekistan tidak hanya sebagai tujuan wisata atau ziarah, tetapi sebagai arsip hidup masa lalu, petunjuk untuk masa kini, dan kompas untuk masa depan—yang terinspirasi dari perjalanan panjang ilmu dan iman.

Acara Voice of Overseas Uzbekistan ini menjadi salah satu bentuk syiar Ramadhan yang memadukan nilai-nilai sejarah, diplomasi budaya, dan penguatan ikatan keilmuan antara Indonesia dan Uzbekistan.(Rof/KPO-1)

Iklan
Iklan