Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Internasional

Kami Merayakan “Indonesia” di Uzbekistan

×

Kami Merayakan “Indonesia” di Uzbekistan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260327 WA0020 e1774609561671
Rombongan Turis Non Muslim asal Bandung & Jakarta menandai sejarah kunjungan perdana warga Indonesia pada saat Komplek Imam Bukhari dibuka untuk umum (20/3) setelah tutup untuk renovasi sejak 2021. Kalimantanpost.com - Foto/Rofi

SAMARKAN, Kalimantanpost.com – Di tengah euforia ribuan warga lokal yang datang dari berbagai penjuru Uzbekistan, terlihat pula beberapa pengunjung asing yang turut menyaksikan peristiwa bersejarah ini.

Salah satu yang menarik perhatian adalah rombongan wisatawan asal Bandung dan Jakarta, Indonesia. Uniknya, wisatawan berjumlah 14 orang itu bukanlah rombongan peziarah muslim.

Kalimantan Post

Adi Janitra (37 tahun), seorang arsitek dan pencinta arsitektur asal Jakarta menyatakan ia tidak menyangka kunjungannya ke Samarkand bertepatan dengan pembukaan kompleks bersejarah ini.

“Ini momen yang luar biasa. Kami datang bukan untuk beribadah, tetapi untuk menyaksikan bagaimana peradaban dan iman bertemu dalam sebuah arsitektur megah. Terlebih setelah daya mengetahui bahwa sejarah penemuan kembali makam Imam Bukhari terdapat peran penting Presiden Indonesia Soekarno. Kami bagaikan sedang merayakan Indonesia di Uzbekistan,” ujar Adi saat ditemui Kalimantan Post di area taman kompleks.

Dengan jaket tebal menahan suhu 7 derajat Celcius, Adi mengaku kagum dengan konsep desain dan arsitektur kompleks Imam Bukhari yang indah dan mampu menampung puluhan ribu jemaah sekaligus dalam dua ibadah besar yang beruntun, momen Ied dan Jumat di hari yang sama.

Kompleks Imam Bukhari yang baru direvitalisasi ini memang menjadi pusat perhatian dunia Islam dan komunitas traveller global Kompleks ini memiliki empat menara setinggi 75 meter dan 14 kubah yang cantik serta sebuah lorong yang ditopang oleh 154 kolom. Kapasitas kompleks ini telah meningkat secara substansial dibandingkan dengan lokasi sebelumnya.

Bila kompleks sebelumnya menerima hingga 12.000 jemaah per hari, kompleks baru ini memungkinkan hingga 65.000 pengunjung setiap hari.

Ruangan masjid di kompleks itu dapat menampung 10.000 jemaah, sementara halamannya dapat menampung antara 35.000 dan 40.000 orang selama acara keagamaan besar seperti salat Ied.

Baca Juga :  JPPPMI Gelar Voice of Uzbekistan

Presiden Shavkat Mirziyoyev pada kunjungannya sehari sebelumnya (19/3) menyatakan bahwa proyek revitalisasi komplek Imam Bukhari mencerminkan prioritas pembangunan negara dan investasinya dalam infrastruktur keagamaan dan budaya. Ia juga menyatakan bahwa situs ini diharapkan dapat berfungsi sebagai tempat pembelajaran dan kontemplasi bagi pengunjung dari Uzbekistan dan luar negeri.

“Ini luar biasa. Saya sudah mengikuti perkembangan renovasi kompleks ini sejak 2021. Melihat langsung hasilnya pada hari pertama peresmian, dan kebetulan bertepatan dengan Idul Fitri serta hari wafat Imam Bukhari, rasanya seperti menyaksikan lembaran sejarah yang utuh,” tambah Adi.(Rof/KPO-1)

Iklan
Iklan