iTALIA, Kalimantanpost.com – Secara perorangan, penampilan kiper Timnas Indonesia, Emil Audero Mulyadi tampil luar biasa di bawah mistar gawang dengan melakukan save terbanyak di Serie A Italia, lebih 100. Namun, keberhasilan tersebut tak didukung konsisten timnya US Cremonese yang tak pernah dalam 14 pertandingan terakhir di Liga Italia.
Kalinya Cremonese giliran tim papan bawah, US Lecce yang berhasil mengalahkan Cremonese 2-1 di Stadio Via del Mare, Minggu (8/3/2026) waktu setempat.
Kekalahan tersebut membuat Cremonese masuk zona degradasi dengan poin 24 dari 28 kali main, sebaliknya Lecce berhasil melepaskan diri dari zona merah keperingkat 16 dengan 27 poin.
Dipertandingan tersebut, Emil Audero hanya satu kali melakukan penyelamatan, sentuhan 45 kali, umpan akurat 26 kali atau 76 persen.
Ada pun rating kiper Indonesia berusia 29 tahun ini dari flashcore 5,5.
Cremonese memasuki pertandingan dengan performa yang sangat buruk setelah tiga bulan tanpa kemenangan di liga sejak mengalahkan Lecce 2-0 pada laga sebelumnya di bulan Desember 2025 lalu.
Gawang Emil Audero sudah kebobolan di menit 22. Berawal dari tendangan sudut Antonino dilakukan pemain Lecce, Gallo yang melengkung ke dalam, mendahului upaya kiper Indonesia itu untuk meninju bola, dan Santiago Pierotti menyundulnya ke gawang untuk mencetak gol pertamanya di Serie A sejak Januari 2025.
Petaka kembali dialami Cremonese ketika pemain .. Matteo Bianchetti dihukum karena menyentuh bola dengan tangan di dalam kotak penalti di menit 36 setelah wasit dengan cepat memeriksa monitor VAR.
Nikola Štulić ditunjuk sebagai algojo dan berhasil mengecoh Audero, lalu melepaskan tendangan penalti rendah di menit 38.
Kedudukan 2-0 untuk Lecce bertahan hingga babak pertama berakhir.
Pelatih Cremonese Davide Nicola, melakukan dua pergantian, termasuk memasukkan penyerang jangkung Milan Đurić menggantikan Jamie Vardy yang tampil kurang maksimal. Mantan pemain internasional Bosnia dan Herzegovina itu hanya membutuhkan waktu kurang dari 90 detik untuk memberikan dampak, dengan memberikan umpan sundulan lembut dari bola panjang ke depan untuk menemukan lari Federico Bonazzoli, yang melepaskan tembakan kaki kiri melewati jangkauan Falcone untuk mencetak gol pertamanya di tahun 2026 pada menit 47.
Sebenarnya Cremonese untuk menyamakan kedudukan sempat membuahkan hasil pada menit ke-86 ketika Martín Payero menyarangkan bola ke gawang, namun gol tersebut dengan cepat dianulir karena handball.
Kedudukan 2-1 untuk Lecce bertahan hingga babak kedua berakhir. (ful/KPO-3)















