Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

LDII Kalsel dalamKetahanan Pangan Siapkan Sorgum Jadi Best Practice Nasional

×

LDII Kalsel dalamKetahanan Pangan Siapkan Sorgum Jadi Best Practice Nasional

Sebarkan artikel ini
IMG 20260307 WA0034
Ketua DPW LDII Kalsel Dedi Supriatna, SPd, MT didampingi H Budiono, SSTP., M.Si selaku Sekretaris DPW LDII Kalsel dan pengurus lainnya saat jumpa pers. (Kalimantanpost.com/ful)

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Tanaman sorgum yang dikembangkan di Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kalimantan Selatan mulai menarik perhatian berbagai pihak dan berpeluang dijadikan contoh praktik terbaik (best practice) di tingkat nasional.

Ketua DPW LDII Kalsel Dedi
Supriatna, SPd, MT didampingi H Budiono, SSTP., M.Si selaku Sekretaris DPW LDII Kalsel, H Nurwangkit, AMd Bendahara DPW LDII Kalsel. Juga hadir H Halim Hidayat, AMdz Wakil Bendahara DPW LDII Kalsel, Ustadz Abdul Mughni yang menjabat Biro Pendidikan dan Dakwah LDII Kalsel.

Kalimantan Post

Juga turut hadir H Ahmad Kusnan, SPd Ketua DPD LDII Kota Banjarmasin, Agung Prastya, SH Biro Pemuda dan Olahraga DPW LDII Kalsel, H. Farid Purwanto Biro Pengabdian Masyarakat, M. Ali Sahid Biro KIM DPW LDII Kalsel.

“Inovasi ini bahkan akan dipublikasikan dalam Musyawarah Nasional (Munas) LDII Di Jakarta 7-9 April mendatang sebagai salah satu keunggulan daerah ini,” kata Dedi dalam acara gaterhing sekaligus buka puasa dengan wartawan, Sabtu (7/3/2026).

Ditambahkannya, pengembangan sorgum di Kalsel tidak lepas dari peran peneliti sekaligus dosen, Anton Puspoyo, yang berhasil meraih juara pertama riset tingkat Kalimantan Selatan yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA).

Penelitian yang diangkatnya menyoroti potensi tanaman sorgum sebagai komoditas alternatif yang adaptif di berbagai kondisi lahan.

Keberhasilan riset tersebut juga mendapat perhatian dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan lembaga terkait.

Tim dari DBPLDI bahkan telah melakukan survei serta dokumentasi langsung ke Kabupaten Tanah Laut untuk melihat perkembangan budidaya sorgum di lapangan.

Hasilnya cukup menggembirakan. Tanaman sorgum terbukti mampu tumbuh dengan baik, bahkan di lahan bekas tambang. Hal ini dinilai menjadi temuan penting karena membuka peluang pemanfaatan lahan-lahan yang selama ini dianggap kurang produktif.

Baca Juga :  KKB Pusat Rutin Gelar Program Ramadan, Pererat Persaudaraan Warga Bakumpai

“Ini menjadi salah satu potensi yang sangat positif ke depan. Dari beberapa daerah yang akan dipresentasikan dalam Munas nanti, Kalimantan Selatan menonjol dengan pengembangan sorgum,” ujar Dedi.

Setiap daerah, lanjut dia, memang memiliki potensi unggulan masing-masing. Namun untuk Kalsel, pengembangan sorgum dinilai menjadi sektor yang paling menonjol saat ini, terutama karena riset, uji lapangan, hingga implementasinya sudah berjalan dan menunjukkan hasil yang baik.

Selain potensi sebagai tanaman pangan, sorgum juga memiliki banyak kemungkinan produk turunan. Bahan ini dapat diolah menjadi berbagai jenis makanan, mulai dari tepung hingga aneka olahan pangan lainnya.

“Hasil panen shogum ada bisa diambil bijinya untuk pangan manusia dan batangnya untuk makanan ternak yang ternyata juga punya nilai nutrisi yang sangat baik,” ucapnya.

Kenapa memilih di Tanah Laut, menurut Dedi, karena potensi daerah dan aktivitas LDII banyak disana. Kebetulan potensi pertanian tanaman pangan dengan peternakan. “Dua itu kita gabungkan. Ini semacam sirkel, ekonomi sirkular. Kotoran hewan dimanfaatkan peternakan dimanfaatkan untuk pupuk sebaliknya hasil samping porghum untuk menjadi pakan buat ternak,” tegasnya lagi.

Karena itu, ke depan masyarakat diharapkan semakin mengenal dan mencoba mengonsumsi sorgum sebagai alternatif pangan. Bahkan tidak menutup kemungkinan produk olahan dari tanaman ini akan diperkenalkan lebih luas kepada masyarakat, termasuk kepada kalangan media.

“Kalau nanti produk atau bahan olahannya sudah tersedia, kami ingin memperkenalkan kepada teman-teman media. Seperti apa rasanya, bentuk makanannya seperti apa, sehingga masyarakat juga bisa mengenal sorgum lebih dekat,” tambahnya.

Pengembangan ini diharapkan tidak hanya memperkuat sektor riset di daerah, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang memiliki potensi pengembangan lahan sorgum. (nau/ful/KPO-3)

Baca Juga :  DPRD Banjarmasin Akan Panggil PUPR dan Minta Kejelasan Tambahan Proyek Rp6 Miliar

Iklan
Iklan