MARABAHAN, Kalimantanpost.com Sebanyak 14 mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM) melaksanakan Program Bina Desa Berdampak di Desa Danda Jaya, Kecamatan Rantau Badauh, Kabupaten Barito Kuala.
Kelompok ini membawakan program bertajuk “Peningkatan Kemandirian Masyarakat melalui Pemeliharaan Sistem Irigasi, Pemanfaatan Jeruk Berlebih, serta Pengelolaan Sampah”.
Kelompok ini terdiri dari mahasiswa Fakultas Teknik, Fakultas Pertanian, dan Fakultas MIPA dengan bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan Ir Abdul Haris.
Ketua Kelompok, Achmad Akmal Maulana, menjelaskan, program ini dilatarbelakangi oleh banyaknya sampah organik dan anorganik yang belum terkelola dengan baik, termasuk limbah jeruk busuk yang menjadi salah satu penyumbang terbesar sampah desa.
“Kami ingin membantu masyarakat mengelola komoditas lokal agar memiliki nilai tambah sekaligus mengurangi sampah jeruk busuk yang ada di Desa Danda Jaya,” ujarnya.
Akmal menceritakan, sebelum menyusun proposal, ia bersama timnya melakukan survei dan berinteraksi langsung dengan aparat desa serta masyarakat untuk mengidentifikasi permasalahan prioritas.
Pendekatan ini memastikan program yang dirancang benar-benar berbasis kebutuhan (need-based program).
Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan dalam program Bina Desa Berdampak di Desa Danda Jaya di antaranya sosialisasi dan pembuatan biopori bersama siswa sekolah dasar, pelatihan kepada ibu-ibu PKK tentang pembuatan minyak atsiri dan sirup jeruk, lengkap dengan praktik langsung, serta diskusi dan sosialisasi pemeliharaan irigasi persawahan.
“Kita juga terlibatan dalam proses budidaya jamur yang telah berkembang di desa,” ujar Akmal.
Akmal menambahkan, seluruh kegiatan tersebut dirancang sesuai latar belakang keilmuan para mahasiswa dan telah diuji praktiknya sebelum diterapkan di masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, Akmal menyampaikan bahwa masyarakat Desa Danda Jaya menyambut baik kehadiran mahasiswa ULM.
Antusiasme terlihat dari partisipasi aktif warga dan anak-anak dalam setiap kegiatan. Program yang dirancang interaktif dan aplikatif dinilai mampu menarik minat masyarakat.
Program Bina Desa ULM Berdampak dirancang untuk menjadi wadah pembelajaran kontekstual mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan.
Program ini juga diharapkan dapat mengasah kemampuan komunikasi dan pemecahan masalah. Adapun target luaran dari program ini tidak hanya berupa dampak sosial, tetapi juga publikasi ilmiah, jurnal pengabdian, dan dokumentasi kreatif.
Melalui program Bina Desa ULM Berdampak, mahasiswa dapat memberikan wujud nyata dari peran mereka sebagai agen perubahan yang hadir di tengah masyarakat untuk membangun kemandirian desa secara berkelanjutan.
ULM berkomitmen mendorong keberlanjutan program melalui peningkatan kualitas regulasi, administrasi, serta penguatan kolaborasi dengan desa agar program tidak berhenti pada satu periode pelaksanaan. (adv/lyn/KPO-4)















