MALAYSIA, Kalimantanpost.com – Wajah pendidikan Al Quran usia dini di Malaysia menemukan bentuk barunya. Metode Al Baghdadi yang diperkenalkan Ustadz Qr Haji Jalaluddin Haji Hasanuddin sejak Mei 2009 memakai teknik unik dengan menggunakan bantuan “papan ketuk”.
Metode ini dipercaya selain untuk memudahkan hafalan Al Quran, namun juga mampu menstimulasi pemahaman anak di bidang sains.
Namun sejatinya terobosan terbesar dari metode ini adalah mampu menghilangkan stigma bahwa belajar Al Quran itu membosankan.
CEO Al Baghdadi Group, Farhan Haji Alias saat ditemui Kalimantan Post di Kantor Pusat Al Baghdadi (4/3) menjelaskan bahwa teknik ketuk dalam metode Al Baghdadi dirancang untuk mengaktifkan otak kiri dan kanan secara bersamaan.
“Penggunaan alat ketuk ini mengaktifkan fungsi otak kiri dan kanan secara simultan. Ini yang membuat proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan menyenangkan, menghapuskan stigma belajar Al Quran itu membosankan” jelas Farhan dalam wawancara Kalimantan Post biro Jakarta di pusat pendidikan tersebut (4/3).
Farhan memperagakan bagaimana seorang guru mengetukkan papan khusus diikuti para siswa agar mudah mengingat hukum tajwid terutama panjang pendek bacaan sambil menstimulasi ritme otak. Seketika, suasana kelas yang tadinya serius berubah menjadi riang.Anak-anak tidak lagi merasa sedang belajar berat, mereka merasa sedang bermain irama.
Penelitian terkini menunjukkan bahwa pendekatan neurofisiologi dalam pembelajaran, seperti yang diterapkan dalam metode Al-Baghdadi, mampu meningkatkan kemahiran bacaan Al Quran secara signifikan.
Farhan menambahkan, dampak positifnya tidak berhenti pada kemampuan mengaji.
“Teknik ini juga memiliki dampak positif yang mampu menstimulasi pemahaman anak terhadap bidang matematika dan sains,” ujarnya, menegaskan bahwa kecerdasan spiritual dan intelektual dapat dibangun beriringan sejak dini dan melahirkan generasi Qur’ani yang cerdas.
Hal ini diperkuat oleh berbagai studi yang menunjukkan efektivitas metode Al Baghdadi yang telah mendapatkan pengakuan dari otoritas keagamaan Malaysia dan terbukti mampu meningkatkan ketuntasan belajar membaca Al Quran siswa dari 42 persen menjadi 81 persen .
Metode Al Baghdadi saat ini berpusat di kawasan Sentul Pasar, Kuala Lumpur sukses mencetak 325 cabang TK dan PAUD di Malaysia dan mendapatkan izin pengembangan dari otoritas keagamaan setempat (JAKIM)..
Farhan berharap revolusi belajar Al Quran ini kini hadir lebih dekat dengan masyarakat, membawa angin segar bagi metode pendidikan Al Quran yang sesuai dengan perkembangan zaman.(nau/KPO-1)















