Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Opini

Menantikan Kembalinya Kepak Sayap Burung Enggang

×

Menantikan Kembalinya Kepak Sayap Burung Enggang

Sebarkan artikel ini
IMG 20260315 WA0023 e1773559777343
Setia Budhi. (Kalimantanpost.com/Repro Pribadi)

Oleh : Setia Budhi, Dosen Senior FISIP ULM

MEMASUKI Maret 2026, atmosfer akademik di Universitas Lambung Mangkurat (ULM) mulai menghangat seiring dengan selesainya proses pemilihan anggota senat universitas. Momentum ini bukan sekadar rutinitas, melainkan sebuah manifestasi demokrasi kampus yang krusial.

Kalimantan Post

Sebagai institusi pendidikan tinggi tertua dan terbesar di Kalimantan Selatan, setiap gerak akademik di dalamnya menjadi cermin bagi kedewasaan intelektual para sivitas akademika dalam menentukan arah masa depan ULM.

Pemilihan anggota senat kali ini menyandang beban moral yang cukup besar, mengingat posisinya sebagai fondasi utama menuju agenda yang lebih besar yaitu pemilihan Rektor ULM.

Senat universitas memiliki peran strategis sebagai badan normatif yang akan menyaring, memberi pertimbangan, hingga menentukan siapa sosok yang layak menahkodai kapal besar ULM akan datang.

Oleh karena itu, integritas para anggota senat yang terpilih menjadi penentu apakah proses suksesi kepemimpinan nanti berjalan secara objektif atau justru terjebak dalam kepentingan pragmatis.

Pemilihan Rektor kali ini berpotensi diwarnai semangat kolektif untuk mengembalikan marwah kampus yang sempat mengalami guncangan. Integritas akademik dan reputasi institusi adalah harga mati yang harus dipulihkan setelah diterjang badai berbagai tantangan yang menguji kredibilitas kampus.

Pemilihan senat menjadi titik awal untuk membersihkan jalan menuju pemulihan nama baik ULM di kancah nasional dan internasional, memastikan standar etika dan kualitas kembali menjadi panglima di tanah “Bumi Antasari”.

Antusiasme menyambut perubahan nampak terlihat dari banyaknya calon anggota senat yang muncul dengan membawa visi pembaruan yang segar. Para anggota senat ini datang dari berbagai disiplin ilmu, namun memiliki satu benang merah: keinginan untuk melakukan perubahan di kampus.

Proses kompetisi di tingkat fakultas telah melahirkan senator yang diharapkan tidak hanya vokal, tetapi juga memiliki integritas moral yang tidak tergoyahkan dalam mengawal kebijakan kampus tahun tahun mendatang. Senat Universitas tidak hanya dijadikan sebagai “tukang stempel” tetapi seharusnya memaksimalkan peran sebagai pengawas kebijakan eksekutif/rektorat.

Baca Juga :  Fakta Buruk Dunia Pendidikan Saat Ini

Visi perubahan yang diusung oleh para calon mencakup banyak dimensi, mulai dari transparansi pengelolaan anggaran hingga peningkatan kesejahteraan dosen dan tenaga kependidikan. Mahasiswa pun menaruh harapan besar agar senat yang baru mampu menjadi jembatan aspirasi yang efektif.

Narasi perubahan ini bukan sekadar jargon, melainkan keperluan mendesak untuk menjawab tantangan zaman yang menuntut perguruan tinggi untuk lebih adaptif, inovatif, dan bersih dari praktik-praktik yang merugikan nama baik almamater.

Seluruh sivitas akademika kini tengah berada dalam posisi menunggu dan mengamati dengan saksama. Harapan akan adanya kepemimpinan baru yang mampu membawa ULM kembali ke jalur kejayaan kian menguat di setiap sudut koridor kampus.

Perubahan yang dinantikan bukan hanya sekadar suksesi tampuk pimpinan, melainkan perubahan sistemik yang mampu mengembalikan rasa bangga bagi siapa saja yang bernaung di bawah panji Universitas Lambung Mangkurat.

Pada akhirnya, proses demokrasi yang dimulai pada Maret 2026 ini adalah ujian bagi kedewasaan berorganisasi dan demokrasi di lingkungan ULM. Keberhasilan pemilihan senat yang bersih dan demokratis akan menjadi modal sosial yang kuat menuju suksesi kepemimpinan Rektor ULM.

Jika proses suksesi ini berjalan dengan jujur dan berorientasi pada kemajuan, maka harapan untuk melihat ULM berdiri tegak dengan marwah kampus unggul bukan lagi sekadar mimpi. Seluruh civitas akademika dan alumni ULM menunggu. Semoga sayap Burung Enggang tidak patah dan tetap dalam semangat “Waja Sampai ka Puting”.
Lereng Meratus 15 Maret 2026

Iklan
Iklan