Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
HEADLINE

MoU Triliunan, Kelanjutan Jembatan Pulau Laut

×

MoU Triliunan, Kelanjutan Jembatan Pulau Laut

Sebarkan artikel ini
1 3 klm 6 cm pulau laut
MoU -- Kelanjutan pembangunan Jembatan Penghubung Daratan Kalimantan “Kabupaten Tanah Bumbu” Pulau Laut di Aula Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalsel di Banjarbaru Senin (30/3). (Istimewa/Ilustrasi)

Banjarbaru, KP – Teken kontrak bernilai triliunan untuk kelanjutan pembangunan Jembatan Penghubung Daratan Kalimantan – Kabupaten Tanah Bumbu – Pulau Laut-Kabupaten Kotabaru.

Berangsung di Aula Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalsel di Banjarbaru Senin (30/3).

Kalimantan Post

Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) senilai Rp2 Triliun antara Bambang Asmoro dan Yusdiantoro selalu kuasa Kerjasama Operasi (KSO) dengan Kepala Dinas PUPR Kalsel Muhammad Yasin Toyib selaku pengguna anggaran itu dalam upaya percepatan pembangunan jembatan yang seluruhnya berbiaya total senilai Rp5,9 triliun.

Pembangunan dicanangkan sejak lama, dalam masih berproses.

Dengan skema baru kolaborasi pemerintah pusat, Pemprov Kalsel, Pemkab Tanah Bumbu dan Kotabaru, pembangunan akan rampung 3 tahun dari sekarang.

Sesuai perencanaan pengerjaan selesai tahun 2028.

Sejak tahun 2026 pengerjaan dengan skema tahun jamak.

Selama 3 tahun Pemprov Kalsel bersama Pemkab Tanah Bumbu dan Kotabaru menyiapkan total anggaran Rp2 triliun.

Untuk pembangunan bentang pendekat sisi Tanah Bumbu dan Kotabaru.

Pendanatangan disaksikan Gubernur Kalsel H Muhidin dan Ketua DPRD Kalsel, H. Supian HK.

Hingga 2028 mendatang, kolaborasi pemprov dan Pemda menyiapkan anggaran Rp750 miliar per tahun. Sementara anggaran kurang lebih Rp3 triliun disiapkan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk pembangunan bentang tengah.

“Kita (provinsi) Rp500 miliar kabupaten masing-masing Rp100 miliar.

Kontrak 3 tahun berarti selesainya 2028.

Untuk bentang tengahnya hampir Rp3 triliun dibantu kementerian PU, yang sudah kontrak bersamaan selesainya 2028.

Pekerjaan ini dicapai bersama sama, hal ini yang memang kita harapkan kolaborasi.

Tanpa kolaborasi tidak mungkin ada pembangunan karena memerlukan biaya tinggi,” kata Muhidin.

Dalam kesempatan itu ia mengingatkan kontraktor pelaksana untuk bekerja dengan sungguh-sungguh.

Baca Juga :  Bupati Tala Anggap Bank Kalsel Sebagai Jantung yang Memompa Harapan Bagi Setiap Jengkal Tanah Banua

Ia menegaskan tak mengintervensi pemilihan kontraktor.

Ia meyakini pemenang lelang adalah yang terbaik dan sudah siap dari segi personel dan peralatan.

“Kontraktor jangan sampai nanti lama perkerjaannya.

Mudah-mudahan bulan april mei juni sudah ada realisasi pencairan dana,” katanya.

Sementara itu, Supian HK, menambahkan, pihaknya akan memantau di lapangan untuk memastikan pengerjaan berjalan sesuai perencanaan.

Menurutnya sebagaimana tugas dan fungsi anggota dewan adalah fungsi pengawasan.

“Dengan adanya jembatan ini, diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas, memperlancar distribusi barang, dan membuka peluang investasi di wilayah Tanah Bumbu dan Kotabaru, Kami akan terus lakukan pengawasan terhadap proyek ini, agar berjalan sesuai rencana,” tambahnya.

Pengerjaan dilakukan bertahap (per Januari 2026 mulai pengerjaan fisik) dan ditargetkan selesai 2028 dengan melibatkan sejumlah kontraktor besar, yakni PT Adhi WSKT KSO (2025-2028), PT Hutama Karya (2025-2026), PT Pembangunan Perumahan (2025-2026), PT Asri Praya KSO (2024-2025), PT Pandji Bangun Persada (2024-2025), dan PT Adhi Karya (2015-2017). Adapun pihak perencana, dilakukan PT Pemetaan Engineering System KSO, PT Anugerah Kridpradana, dan PT Widyadaya Bandaran

Pada penandatangan turut dihadiri Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif, Bupati Kotabaru, Muhammad Rusli, perwakilan Kementerian PU, dan pihak kontraktor. (mns/K-2)

Iklan
Iklan