Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Ekonomi

Neraca Perdagangan KalselSurplus US$752,34 Juta, Inflasi Tunjukkan Tren Peningkatan

×

Neraca Perdagangan KalselSurplus US$752,34 Juta, Inflasi Tunjukkan Tren Peningkatan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260330 125525 e1774846582708
Kepala Kanw DJPb Kalsel, Catur Ariyanto Widodo. (Kalimantanpost.com/Repro)

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com –
Kondisi ekonomi dan fiskal daerah Kalimantan Selatan menunjukkan performa yang positif pada awal tahun, berlanjut hingga akhir Januari 2026. Dengan pertumbuhan ekonomi yang terus melampaui rata-rata nasional dan pengelolaan anggaran yang mulai digulirkan secara efektif, Kalsel berhasil menjaga momentum di tengah dinamika awal tahun.

“Pertumbuhan ekonomi Kalsel sukses mencapai 5,46 persen (yoy) pada Triwulan IV 2025 (atau 5,22 persen c-to-c), menjadikannya yang tertinggi ketiga di regional Kalimantan,” kata Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi
Kalimantan Selatan (DJPb Kalsel), Catur Ariyanto Widodo, Senin (30/3/2026).

Kalimantan Post

Dari sisi pengelolaan fiskal, lanjut dia, realisasi Belanja Negara pada Februari 2026 telah mencapai sebesar Rp4,55 triliun atau 15,25 persen dari pagu Rp29,81 triliun, di mana porsi terbesarnya dialokasikan untuk penyaluran Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp3,69 triliun.

Selain itu, kinerja APBD pada awal periode tahun ini juga langsung mencatatkan surplus sebesar Rp1,87 triliun, menandakan ruang fiskal yang sehat untuk mendukung
pembangunan.

Sementara itu, hingga Februari 2026, Neraca Perdagangan Kalsel tetap mencatatkan surplus yang signifikan sebesar US$752,34 juta.

Meskipun demikian, kata Catur, angka ini mengalami kontraksi sebesar 20,01 persen (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kinerja surplus tersebut ditopang oleh nilai Ekspor bulan Februari yang mencapai US$884,41 juta, yang terkontraksi 15,1 persen (yoy) akibat penurunan volume
ekspor komoditas utama seperti batubara dan CPO.

Di sisi lain, nilai Impor tercatat sebesar US$132,07 juta, mengalami peningkatan tajam sebesar 29,9 persen yang didorong oleh naiknya impor
minyak petroleum.

Dari sisi harga, tekanan inflasi di Kalimantan Selatan menunjukkan tren peningkatan pada
Februari 2026, tercatat sebesar 5,97 persen (yoy) dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 112,24. Angka ini terpaut cukup jauh di atas tingkat inflasi nasional yang berada di level 4,76 persen (yoy).

Baca Juga :  Menkeu Purbaya Targetkan Aturan Bea Keluar Batu Bara Berlaku 1 April 2026

Secara bulanan (month-to-month), Kalsel mengalami inflasi sebesar 0,86 persen, juga lebih tinggi dibandingkan
angka nasional sebesar 0,68 persen.

Tekanan inflasi tahunan (yoy) terutama didorong oleh komoditas seperti tarif listrik, emas perhiasan, dan beras. Sedangkan secara bulanan (mtm), kenaikan harga emas perhiasan, daging
ayam ras, dan ikan nila menjadi penyumbang utama inflasi.

Upaya pengendalian terus dilakukan melalui langkah strategis TPID, seperti Operasi Pasar Murah yang telah menyalurkan 13,20 ribu ton
beras SPHP serta pemantauan stok pangan menjelang bulan Ramadan untuk menjaga stabilitas
harga di pasar-pasar utama seperti Pasar Sentra Antasari dan Pasar Beras Muara Klayan.

Sementara itu, Kinerja Fiskal Awal Tahun di Kalimantan Selatan dan progress pembayaran THR
Memasuki bulan kedua tahun 2026, kinerja APBN di Kalimantan Selatan hingga 28 Februari 2026 terus menunjukkan akselerasi realisasi.

“Belanja Negara telah terealisasi sebesar Rp4,55 triliun atau mencapai 15,25 persen dari pagu yang ditetapkan sebesar Rp29,82 triliun. Dari total belanja tersebut, penyaluran Transfer ke Daerah (TKD) tetap mendominasi dengan kontribusi mencapai 81,20 persen atau terealisasi sebesar Rp3,69 triliun,” tandasnya.

Sementara itu, Belanja Pemerintah Pusat (BPP) mencatatkan
pertumbuhan positif yang signifikan sebesar 23,56% (yoy) dengan realisasi mencapai Rp855,14
miliar.

Di sisi penerimaan, jelas Catur, Pendapatan Negara menunjukkan tren positif dengan realisasi sebesar
Rp594,80 miliar (2,02 persen) dari target), tumbuh sebesar 28,97 persen (yoy) secara akumulatif.

Sejalan dengan itu, kinerja APBD Regional Kalimantan Selatan hingga akhir Februari 2026 mencatatkan surplus anggaran yang kuat sebesar Rp1,87 triliun. Surplus ini terbentuk dari realisasi
Pendapatan Daerah yang telah mencapai Rp4,53 triliun atau 14,41 persen dari target. Dari total pendapatan daerah tersebut, sebesar 75,32 persen masih ditopang oleh dana transfer pemerintah pusat, yang mengindikasikan ketergantungan fiskal daerah yang masih cukup tinggi.

Baca Juga :  Bank Kalsel Diharapkan Semakin Solid dalam Memperkuat Sinergi dengan Pemkab Banjar

“±Sementara itu untuk
realisasi Belanja Daerah, tercatat mencapai Rp2,66 triliun (6,54 persen dari pagu), meskipun secara
pertumbuhan mengalami kontraksi tipis sebesar 1,01 persen (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun
sebelumnya,” tegasnya.

Melengkapi potret kinerja fiskal bulan ini, pemerintah juga telah merealisasikan penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR). Realisasi penyaluran THR dari APBN di Kalimantan Selatan tercatat
sebesar Rp279,69 miliar yang diberikan kepada 60.718 target penerima. Secara rinci, alokasi ini disalurkan kepada ASN Pusat sebesar Rp180,58 miliar, Pegawai Non-ASN sebesar Rp24,92 miliar,
Prajurit TNI sebesar Rp33,58 miliar, dan anggota Polri sebesar Rp40,61 miliar.

Sementara itu, progres
penyaluran THR pada Pemerintah Daerah juga berjalan masif dengan total nilai mencapai Rp504,31
miliar yang diperuntukkan bagi 96.492 penerima. (ful/KPO-3)

Iklan
Iklan