Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Opini

PAHALA BERLIPAT GANDA

×

PAHALA BERLIPAT GANDA

Sebarkan artikel ini
Ahmad Barjie B
Ahmad Barjie B

Oleh : AHMAD BARJIE B

Salah satu keistimewaan Islam adalah tersedianya ajaran yang menginformasikan masa lalu dan masa depan. Mawlana Diyaaddin Khalid al-Baghdadi (l989: 25) menyatakan, all knowledge of the past and the future exist in the Quran al-Karim (semua pengetahuan masa lalu dan akan datang ada di dalam Alquran). Rasulullah Saw dan para Nabi yang lain diberi Allah kekuatan pengetahuan menembus masa lalu dan masa depan tersebut. Sewaktu Rasulullah Saw Mi’raj ke Sidratil Muntaha dan mendapat perintah shalat 50 waktu, Nabi Musa as langsung menyarankan agar beliau mohon keringanan, dengan alasan umat beliau tidak akan sanggup melakukannya, sampai akhirnya diwajibkan lima waktu saja. Konon Nabi Adam as dan beberapa keturunannya berpuasa sebulan penuh siang dan malam tanpa berbuka. Umat Nabi Musa dan Isa dahulu puasanya 40 dan 50 hari. Kalau umat kita mana tahan.

Kalimantan Post

Belakangan Rasulullah SAW memang merasa ada sesuatu yang kurang setelah menyaksikan umat di masanya dan masa datang ternyata berumur pendek-pendek, dengan fisik relatif kecil dan lemah. Merka sangat terantung dengan makanan dan minuman. Jauh sekali dibandingkan dengan umat para Rasul lainnya yang rata–rata berumur panjang dan memiliki fisik besar dan kuat. Rasulullah yang selama hidupnya selalu memikirkan keselamatan umat menjadi sedih sekiranya umat beliau kalah dibanding umat terdahulu.

Ini dibuktikan pula dalam realitas kehidupan sekarang, seperti orang Indonesia yang usia harapan hidupnya (UHD) hanya sekitar 65-70 tahun. Tidak jauh beda dengan UHD di sejumlah negara muslim Timur Tengah. Memang masih ada sebagian bangsa di dunia yang umurnya panjang dan berfisik besar, namun banyak dari mereka nonmuslim, sekuler bahkan atheis. Tingginya angka kemiskinan, rendahnya derajat kesehatan, seringnya kecelakaan yang merenggut nyawa serta banyaknya konflik dan peperangan di sebagian negara muslim seperti di Palestina, Afghanistan, Irak, Iran, Chehnya dan negeri-negeri Afrika Utara, semakin menyulitkan umat muslim berumur panjang.

Baca Juga :  Anang Syakhfiani, Perjuangan Menuntut Keadilan

Sebagai kompensasi semua ini Allah menghadiahi umat Muhammad dengan ganjaran pahala dalam setiap ibadahnya. Satu sedekah nilainya seperti tujuh tangkai yang berbuah seratus biji. Allah Swt berfirman: (Perumpamaan nafkah yang dikeluarkan oleh orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir dan pada tiap bulir menghasilkan seratus biji. Allah melipatgandakan ganjaran bagi siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas karunia-Nya lagi Maha Pengampun) (QS al-Baqarah: 26l).

Satu huruf Alquran yang dibaca bernilai satu pahala amal kebajikan dikali l0, bahkan Alif-Laam-Miim saja semuanya dinilai tiga huruf dan 30 kebajikan. Nabi Muhammad Saw bersabda: (Barangsiapa membaca satu huruf dari Alquran, maka ia memperoleh pahala satu amal kebajikan dikali sepuluh. Saya tidak mengatakan alif-laam-miim satu huruf, melainkan alif satu huruf, laam satu huruf dan miim satu huruf) (HR. Turmudzi dari Abdullah bin Mas’ud).

Di bulan Ramadhan, semua amal ibadah dilipatgandakan lagi, ibadah sunnat sama dengan wajib dan ibadah wajib dinilai 70 kali wajib. Bahkan puasa itu sendiri, nilainya tidak terhitung lagi, karena Allah sendiri mengklaim Dialah yang akan menghitung dan memberi ganjaran sesuai kualitas puasa setiap hamba. Di dalam sebuah hadits Qudsi Allah Swt berfirman: (Semua amal perbuatan manusia menyangkut dirinya pribadi, kecuali puasa. Sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan langsung membalasnya (HQR Bukhari dan Muslim dari Abi Hurairah).

Iklan
Iklan