Oleh : Prof Dr H Fathurrahman Azhari, M,HI *)
Al-QUR’AN adalah kalam Allah yang diturunkan oleh Allah dengan perantaraan malaikat Jibrial AS, yang menjadi petunjuk hidup bagi umat manusia, ibadah membacanya, yang dikodifikasikan dengan dua lembar mushahhaf, yang dimuai dari sutrah Al-Fatihah, diriwayatkan secara mutawatir dari generasi ke generasi, dan terjaga dari kesalahan.
Al-Ǫur’an mengandung pokok syariat dan ajaran, sehingga seluruh hidup dan kehidupan baik di dunia maupun akhirat ini menjadi teratur. Oleh karena itu, di dalam Al-Ǫur’an terdapat ayat-ayat yang menjelaskan tentang kehidupan dunia dan akhirat.
Fungsi Al-Quran adalah :
Al-Qur’an sebagai Pedoman Hidup Bagi Umat Manusia
Al-Ǫur’an adalah kitab suci yang diwahyukan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW sebagai rahmat dan pedoman hidup bagi manusia yang beriman dan bertaqwa dalam hidup dan kehidupan Hal ini sesuai firman Allah SWT dalam Surat Al A’raf ayat 52 Artinya: “Sungguh, Kami telah mendatangkan Kitab (AlǪur’an) kepada mereka, yang Kami jelaskan atas dasar pengetahuan, sebagai petunjuk dan Rahmat bagi orang-orang yang beriman”. (ǪS Al A’raf ayat 52).
Sebagai sumber syariat dan dalil-dalil syar’i yang mencakup seluruh aspek hukum bagi manusia dalam menjalani hidup di dunia atau akhirat.
Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT Surat An Nisa ayat 105: Artinya: “Sungguh, Kami telah menurunkan Kitab (AlǪuran) kepadamu (Muhammad) membawa kebenaran, agar engkau mengadili antara manusia dengan apa yang telah diajarkan Allah kepadamu dan janganlah engkau menjadi penentang (orang yang tidak bersalah), karena (membela) orang yang berkhianat”.
Al-Ǫur’an adalah pengajaran dan pendidikan bagi manusia.
Oleh karena itu, manusia mengetahui jalan yang benar dan batil, antara yang benar dan yang sesat. Hal ini tercantum dalam Surat Yunus ayat 57: Artinya Wahai manusia! Sungguh, telah datang kepadamu pelajaran (Al Ǫur’an) dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada dan petunjuk serta Rahmat bagi orang yang beriman”. (ǪS Yunus ayat 57).:
Al-Quran menyempurnakan syariat Nabi nabi terdahulu, seperti syariat puasa yang dilakukan oleh Nabi Dawud, Nabi Musa dan Nabi Nabi yang lain, Begitu juga syariat Zakat dan haji.
Dengan fungsi Al-Ǫur’an itulah Al-Ǫur’an memiliki peran yang sangat penting dalam menjalani hidup dan kehidupan manusia. Tujuannya agar hidup berjalan kebenaran dan keselamatan di dunia dan akhirat.
Keistimewaan Turunnya Al- Qur’an
Peristiwa turunnya Al Ǫur’an ke bumi pada 17 Ramadhan, yaitu pertama, Lebih Baik dari 1000 bulan. Disebut lebih baik dari seribu bulan memiliki makna amalan dan ibadah yang dilakukan dalam malam Turunnya Ǫur’an lebih baik dari amalan yang dilakukan selama seribu bulan. Hal itu didasarkan pada firman Allah SWT dalam Surat Al Ǫadr ayat 3.
Istilah Turunnya Ǫur’an ini biasa diperingati pada malam tanggal Keistimewaan. Turunnya Ǫur’an yang pertama adalah peristiwa ini telah menguatkan hati Rasulullah SAW dan para sahabat untuk terus berjuang dalam berdakwah dan menyebarkan agama Islam kepada semua orang.
Meskipun saat itu, Rasul dan para sahabat banyak mendapat, ejekan, hinaan serta siksaan dari pembenci Islam. Kedua, Keistimewaan selanjutnya adalah Turunnya Ǫur’an merupakan sebuah tantangan serta pertolongan dari Allah SWT untuk umat muslim untuk terus berjuang dijalan Allah SWT dan mengharap ridho Allah SWT.Al-Quran sebagai mukjizat bagi kerasulan Nabi. Muhammad SAW.
Turunnya Ǫur’an juga memiliki keistimewaan di mana ia merupakan peristiwa turunnya wahyu Allah yang berupa Al Ǫur’an sebagai pedoman hidup dan jawaban atas segala pertanyaan manusia mengenai berbagai hal mulai 17 Ramadhan, sebagai malam dimana pertama kali Al Ǫur’an diturunkan kepada Rasulullah SAW di gua Hira melalui malaikat Jibril. Ada sejumlah teori bagaimana tahapan Al Ǫur’an diturunkan hingga menjadi utuh. Berikut teori tentang Turunnya Ǫur’an:
Istilah Turunnya Ǫur’an ini biasa diperingati pada malam tanggal Keistimewaan
Turunnya Ǫur’an yang pertama adalah peristiwa ini telah menguatkan hati Rasulullah SAW dan para sahabat untuk terus berjuang dalam berdakwah dan menyebarkan agama Islam kepada semua orang. Meskipun saat itu, Rasul dan para sahabat banyak mendapat cemoohan, ejekan, hinaan serta siksaan dari pembenci Islam.
Pada malam Lailatul Ǫadar, Al Ǫur’an dalam jumlah dan bentuk yang utuh dan komplit, diturunkan ke langit dunia. Setelah itu, dari langit dunia, Al-Ǫur’an diturunkan ke bumi secara bertahap sesuai kebutuhan selama dua puluh dua tahun dua bulan dua puluh hari hari.
Diriwayatkan dalam Hadits Bukhari “Dahulu Malaikat Jibril senantiasa menjumpai Rasulullah SAW pada setiap malam Ramadhan, dan selanjutnya ia membaca Al-Ǫur’an bersamanya”.
Sejarah Turunnya Al Qur’an
Ayat Al-Ǫur’an pertama yang turun adalah surat Al Alaq ayat 1-5. Turunnya ayat ini menjadi tanda awal kenabian Muhammad SAW. Selain itu, turunnya Al Ǫur’an menjadi awal dari perjuangan menyebarkan agama Islam di jazirah Arab. Al Ǫur’an pertama kali diturunkan di Gua Hira, sebelah utara Mekkah pada 17 Ramadhan 610.
Oleh karena itu, turunnya Ǫur’an diperingati oleh umat Muslim pada malam ke-17 Ramadhan. Dasar dari peringatan Turunnya Ǫur’an pada 17 Ramadhan adalah tafsiran dari Surat Al-Anfal ayat 41.
Al-Ǫur’an diturunkan secara lengkap di malam Lailatul Ǫadar dari Lauh Mahfuz ke langit dunia. Al-Ǫur’an diturunkan ke Nabi Muhammad SAW secara bertahap atau berangsur-angsur. Turunnya Al-Ǫur’an dibagi lagi ke dalam dua periode, yakni periode Mekkah yang disebut dengan ayat Makkiyah dan periode Madinah yang dikenal dengan ayat Madaniyah. Selama periode Mekkah, pada umumnya ayat yang diturunkan berisi tentang akidah (paham terkait keimanan) atau tauhid (dasar ajaran agama Islam). Pada periode ini, terdapat 86 surat yang diturunkan selama 12 tahun lima bulan.
Sedangkan ayat yang turun di Madinah umumnya berkaitan dengan Muamalah (hubungan manusia sebagai makhluk sosial), syariat (aturan dalam kehidupan Islam), dan hukum Islam. Pada periode setelah Hijrahnya Nabi Muhammad SAW ke Madinah, terdapat 28 surat yang diturunkan selama sembilan tahun sembilan bulan. Ayat terakhir Al Ǫur’an yang turun adalah surat Al Maidah ayat ke-5.
Al-Ǫur’an diturunkan oleh Allah SWT melalui malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW. Ayat yang pertama kali diturunkan kepada Rasulullah adalah surat Al-Alaq ayat 1-5 saat berada di Gua Hira pada tahun 610 M. Turunnya Surat Al Alaq ayat 1-5 menjadikan awal kenabian Muhammad SAW.
Selain itu, waktu turunnya Al Ǫur’an juga menjadi awal penyebaran agama Islam. Saat itu, Nabi Muhammad sedang menyepi untuk menenangkan hati. Pada saat wahyu pertama ini turun, Rasulullah SAW tidak bisa membaca. Oleh karena itu, Allah SWT memerintahkan Nabi Muhammad SAW untuk membaca melalui surat Al-Alaq. “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan Kalam.
Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya”.
Firman Allah SWT dalam surat Al Alaq ayat 1-5, ayat Al Ǫur’an yang pertama kali diturunkan. Surat Al Alaq ayat 1-5 juga menjadi penanda diangkatnya Muhammad SAW sebagai Nabi dan Rasul. Setelah ayat ini, Al-Ǫur’an turun secara bertahap. Total, Al Ǫur’an turun secara bertahap. Total Al Ǫur’an turun selama kurang lebih 23 tahun. Setiap ayat diturunkan menyesuaikan dengan problematika sosial, krisis moral, keagamaan, kisah-kisah para Nabi terdahulu hingga hikmah yang terjadi di masa nabi.
Peristiwa Turunnya Ǫur’an adalah peristiwa bersejarah dalam agama Islam. Pada tahun 1442 Hijriah, Turunnya Ǫur’an diperingati setiap hari Kamis, 29 April 2021. Turunnya Ǫur’an adalah proses turunnya ayat Al Ǫur’an dalam menyempurnakan ajaran Islam sebagai petunjuk umat manusia.
Sejarah turunnya Al Ǫur’an dibagi menjadi dua periode yaitu periode Mekkah (sebelum hijrahnya Nabi) dan Madinah (setelah hijrah). Al Ǫur’an pertama kali diturunkan di Gua Hira, sebelah Utara Mekkah pada 17 Ramadhan 610 M. Selama periode Mekkah, pada umumnya ayat yang diturunkan berisi tentang akidah (paham terkait keimanan) dan tauhid (dasar ajaran agama Islam). Pada periode ini terdapat 86 surat yang diturunkan selama 12 tahun lima bulan.
Ayat Al Ǫur’an yang terakhir yang diturunkan adalah surat Al Maidah ayat 5. Ayat terakhir yang diturunkan melalui Malaikat Jibril kepada Rasulullah SAW adalah surat Al-Maidah ayat 5. Ayat ini turun sesudah waktu Ashar pada hari Jumat di Padang Arafah saat musim haji terakhir. Ayat yang menjelaskan tentang kesempurnaan ajaran Islam dan tentng kridhaan Allah terhadap agama Islam.
*) Prof Dr H Fathurrahman Azhari, MHI merupakan Guru besar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Antasarip Banjarmasin
Prof Dr H Fathurrahman Azhari, MHI (Kalimantanpost.com/Repro Pribadi)












