RANTAU, Kalimantanpost.com — Pemerintah Kabupaten Tapin melanjutkan program perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH).
Bupati Tapin H Yamani bersama Wakil Bupati H Juanda menyerahkan secara simbolis kunci rumah hasil program bedah rumah kepada warga Desa Lumbu Raya, Kecamatan Tapin Utara sudah selesai di bedah. Senin, (16/3/2026) sore
Sebanyak empat unit rumah di desa tersebut telah selesai direhabilitasi dan diserahkan kepada penerima manfaat. Selain kunci rumah, warga juga menerima bantuan sembako.
Bupati H Yamani mengatakan, program bedah rumah menjadi salah satu agenda prioritas pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas hunian masyarakat.
Menurut dia, program tersebut ditargetkan merehabilitasi 1.000 rumah setiap tahun selama masa kepemimpinannya.
“Program ini kami jalankan untuk memastikan masyarakat memiliki rumah yang layak huni. Setiap tahun kami menargetkan perbaikan 1.000 rumah,” kata Yamani.
Ia menyebut pada tahun pertama kepemimpinannya, 2025, pemerintah daerah berhasil merehabilitasi 1.000 rumah melalui program kerja 100 hari. Target yang sama kembali dilanjutkan pada 2026.
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtam) Tapin Yumanto mengatakan, program rehab 1.000 rumah pada 2026 tersebar di 12 kecamatan, mencakup 126 desa dan 9 kelurahan.
Menurut dia, hingga pertengahan Maret 2026 sebanyak 201 unit rumah telah selesai direhabilitasi.
Ia berharap jumlah bantuan tersebut masih dapat bertambah jika pengajuan data RTLH disetujui pemerintah pusat.
Saat ini, bantuan dana dan material untuk program bedah rumah hampir seluruhnya telah disalurkan kepada penerima manfaat. Namun proses pembangunan sebagian rumah mengalami perlambatan karena keterbatasan tenaga tukang yang mengerjakan karena bulan puasa dan menjelang Idul Fitri 1447 hijriah
Pemerintah daerah menargetkan 1.000 rumah dari program daerah rampung sebelum Agustus 2026, sedangkan 220 rumah bantuan pusat ditargetkan selesai pada Oktober 2026.
Sebagai informasi kabar gembira,kata Yumanto, program itu juga mendapat dukungan dari pemerintah pusat.
“Alhamdulillah pada 2026 ini Pemkab Tapin memperoleh bantuan bedah rumah dari pemerintah pusat sebanyak 220 unit rumah melalui program serupa,” ungkapnya.
Menurutnya, dengan dukungan tersebut memperbanyak rumah yang dibedah dari 1000 unit rumah tambahan 220 unit rumah ini tentunya membantu percepatan penanganan rumah tidak layak huni di Tapin.
“Kabupaten Tapin termasuk daerah yang mendapat prioritas untuk kembali mengajukan usulan rumah tidak layak huni melalui sistem aplikasi baru pemerintah pusat,” kata Yumanto.
Pada kesempatan yang sama, pemerintah daerah juga menyalurkan bantuan lain kepada masyarakat. Dinas Kesehatan memberikan makanan tambahan bagi ibu hamil, sementara Dinas Sosial membagikan telur kepada anak-anak yang terindikasi berisiko stunting sebagai upaya pencegahan masalah gizi.
Turut hadir penyerahan kunci rumah, Mantan Bupati Tapin HM Arifin Arpan, Ketua TP PKK Tapin Hj Faridah Yamani, ketua GOW Tapin Hj Elya Hartati Juanda, Kepala SOPD Lingkup Tapin, Staf Khusus Bupati dan Tenaga Ahli Bupati serta Tokoh Agama Tuan Guru Ahmad Mahfuzi serta warga masyarakat setempat.(abd/KPO-4)















