Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Sahur Bareng Paman Kelotok dan Acil Pasar Wadai, Yamin Jadikan Ruang Aspirasi dan Soroti Sampah

×

Sahur Bareng Paman Kelotok dan Acil Pasar Wadai, Yamin Jadikan Ruang Aspirasi dan Soroti Sampah

Sebarkan artikel ini
IMG 20260318 WA0071 scaled
Wali Kota Banjarmasin Melakukan Sahur Bersama Paman Kelotok dan Acil Pasar Wadai di Atas Kelotok, Rabu (18/03/2026). (Kalimantanpost.co /Repro Humas Pemko Banjarmasin)

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Suasana sahur di kawasan Siring Menara Pandang terasa berbeda dari biasanya pada Rabu (18/3/2026) dinihari.
Wali Kota Banjarmasin H Muhammad Yamin HR memilih menyapa warga dengan cara yang tidak biasa, yakni sahur bersama di atas kelotok bersama paman kelotok dan acil Pasar Wadai.

Momentum tersebut dimanfaatkan sebagai ruang silaturahmi sekaligus wadah menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. Dalam suasana sederhana dan akrab, Yamin berdialog dengan warga yang sehari-hari menjadi bagian dari denyut ekonomi kota.

Kalimantan Post

Ia menegaskan kegiatan tersebut bukan sekadar sahur bersama, tetapi juga menjadi sarana belajar dari masyarakat. Menurutnya, banyak hal yang bisa dipahami dari pengalaman para pelaku ekonomi kecil yang setiap hari berhadapan langsung dengan realitas di lapangan.

“Kita ingin kebersamaan ini bukan sekadar duduk makan sahur, tapi jadi ruang silaturahmi dan belajar, ulun banyak belajar dari acil Pasar Wadai dan paman kelotok tentang kehidupan dan ekonomi rakyat,” ujarnya.

Di tengah perbincangan, Yamin turut menyoroti persoalan sampah yang hingga kini masih menjadi tantangan di Kota Banjarmasin. Ia menekankan pengelolaan sampah harus dimulai dari kesadaran individu, terutama dari lingkungan rumah tangga.

Menurutnya, sampah tidak seharusnya dipandang sebagai sesuatu yang tidak bernilai. Jika dikelola dengan baik, sampah justru dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus mengurangi beban lingkungan.

“Sampah itu ada nilainya, jangan lagi dianggap sesuatu yang harus dibuang begitu saja, kita harus pilah dari rumah, kurangi plastik, dan mulai mengolahnya. Ini tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Ia mengungkapkan berdasarkan data terbaru, volume sampah organik di Banjarmasin mulai menunjukkan penurunan. Meski demikian, upaya tersebut dinilai belum merata karena masih ada masyarakat yang belum konsisten dalam memilah dan mengelola sampah.

Baca Juga :  Pemko Banjarmasin Gelar Shalat Idul Fitri Perdana di Halaman Balai Kota

Lebih jauh, Yamin juga menyinggung rencana pengelolaan sampah yang lebih modern, termasuk konsep pengolahan sampah menjadi energi listrik atau waste-to-energy. Ia bahkan membuka gagasan penggunaan kelotok berbasis listrik sebagai bagian dari inovasi ke depan.

Selain itu, dalam konteks pariwisata, ia memberikan apresiasi kepada paman kelotok dan acil Pasar Wadai yang dinilai memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi sekaligus menjadi wajah Kota Banjarmasin di mata wisatawan.

Menutup kegiatan, Yamin mengajak masyarakat untuk terus aktif memberikan masukan kepada pemerintah. Ia menegaskan bahwa kemajuan kota hanya dapat terwujud melalui keterlibatan semua pihak, khususnya dalam menyelesaikan persoalan sampah secara bersama-sama. (nug/KPO-3)

Iklan
Iklan