Pelaihari, KP – Ketegasan aparat dalam menjaga kondusivitas wilayah kembali dibuktikan melalui aksi nyata pembersihan titik-titik rawan peredaran minuman keras di tengah kekhusyukan bulan suci, Pelaihari, Kamis (5/3/2026).
Langkah agresif diambil oleh Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Tanah Laut melalui operasi razia cipta kondisi.
Operasi ini menyasar sejumlah warung remang-remang yang terindikasi masih nekat mengedarkan minuman keras (miras).
Hasilnya, petugas berhasil mengamankan puluhan botol barang bukti yang terdiri dari 26 botol arak bali serta 32 botol alkohol berkadar 95%.
Aksi ini dipimpin langsung oleh Kasat Satpol PP Dan Damkar Tanah Laut , Danoe Sulaiman, S.H., didampingi Sekretaris Satpolppdk, serta diperkuat oleh kehadiran jajaran Kantor Kecamatan Pelaihari melalui Kasi Trantib.
Keterlibatan aktif unsur pimpinan wilayah, termasuk Lurah Karang Taruna dan Lurah Pelaihari, menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah daerah tidak memberikan ruang bagi aktivitas yang meresahkan masyarakat.
Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu memberikan efek jera bagi para oknum yang masih mencoba melanggar aturan daerah selama bulan Ramadan 1447 H.
Mengenai tujuan utama dari tindakan tegas ini, pihak berwenang menegaskan pentingnya menjamin ketenangan warga.
“Langkah ini diambil untuk memastikan situasi tetap kondusif, aman, dan nyaman bagi masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa,”Ujar Kasat.
Seluruh barang haram yang ditemukan kini telah disita dan diamankan ke kantor Satpolppdk Tala untuk diproses lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.
Pihak Satpol PP dan Damkar Tanah Laut juga memberikan peringatan keras bahwa pengawasan ketat akan terus dilakukan secara berkala di berbagai titik rawan lainnya guna memastikan keamanan lingkungan tetap terjaga. (rzk/K-6)















