Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Kalsel

Sinergitas, Gubernur H Muhidin Bersama Pangdam dan Forkopimda

×

Sinergitas, Gubernur H Muhidin Bersama Pangdam dan Forkopimda

Sebarkan artikel ini

Buka Puasa Bersama dan Peringati Nuzulul Qur’an

222
SANTUNAN -- Gubernur Kalsel, H Muhidin bersama Pang dam XXII/Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin menyerahan santunan dan bingkisan kepada anak-anak yatim piatu di Aula Markas Korem 101/Antasari pada Sabtu (14/3). (ADV provinsi)

GUBERNUR Kalsel H Muhidin bersama Pangdam XXII/Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin berbuka puasa bersama sekaligus peringati Nuzulul Qur’an 1447 Hijrian di Aula Markas Korem 101/Antasari Banjarmasin pada Sabtu (14/3).

Selain dihadiri ulama, hadir juga Wakil Gubernur Hasnuryadi, pimpinan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalimantan Selatan, di antaranya Ketua DPRD Kalsel, Kapolda Kalsel, Danrem 101/Antasari, Kabinda Kalsel, Kepala BNN serta sejumlah pejabat daerah lainnya.

Kalimantan Post

Pada peringatan Nuzulul Quran 1447 Hijriah juga menghadirkan dai nasional Das’ad Latif.

Kegiatan mengusung tema “Dengan Peringatan Nuzulul Quran Membentuk Mental Prajurit TNI yang Prima dan Memegang Teguh Nilai-nilai Tauhid untuk Indonesia Maju.”

Acara diawali dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an oleh Sertu Humaidi dari Satuan Ajenrem 101/Antasari.

Suasana khidmat menyertai jalannya kegiatan hingga menjelang waktu berbuka puasa.

Setelah adzan Magrib berkumandang, Gubernur H Muhidin bersama Pangdam XXII/Tambun Bungai Zainul Arifin dan dai nasional Das’ad Latif mencicipi hidangan ringan untuk berbuka puasa.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan salat Magrib berjamaah di Masjid Miftahul Jannah Makorem 101/Antasari.

Usai salat, para tamu undangan mengikuti makan malam bersama yang diiringi penampilan band religi. Para pejabat beserta istri tampak bercengkerama sambil menikmati hidangan yang disajikan dalam suasana kebersamaan.

Selain itu, kegiatan diisi penyerahan santunan dan bingkisan kepada anak-anak yatim piatu.

Para hadirin juga mendapatkan tausiyah dari Das’ad Latif yang menyampaikan pesan tentang pentingnya memperkuat keimanan serta nilai-nilai tauhid dalam kehidupan, termasuk bagi prajurit TNI.

Kegiatan menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antara TNI, pemerintah daerah, ulama, dan masyarakat, sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan dalam mendukung pembangunan menuju Indonesia yang lebih maju, khususnya Kalimantan Selatan.

Kegiatan berlangsung dengan khidmat

Orang nomor satu di Kalsel itu menilai tausyiah yang disampaikan oleh Das’ad Latif memberikan pesan penting bagi para pemimpin, khususnya terkait amanah dalam menjalankan jabatan.

Baca Juga :  Pengelola Tahura Sultan Adam Antisipasi Lonjakan Wisatawan

Menurut Gubernur, pesan tentang pentingnya menjaga amanah sangat berarti bagi para pejabat atau pemimpin daerah yang tengah mengemban tanggung jawab untuk kepentingan masyarakat.

Ia juga mengaku bersyukur dapat menghadiri kegiatan tersebut sekaligus bersilaturahmi dengan jajaran prajurit TNI serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalimantan Selatan.

“Alhamdulillah, hari ini kita berhadir dalam kegiatan Peringatan Nuzulul Quran 1447 Hijriah.

Semoga membawa berkah serta memperkuat keimanan dan kebersamaan kita semua,” ucapnya.

Sementara itu, Pangdam XXII/Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan atas kerja sama yang selama ini telah terjalin dengan jajaran kepolisian dan instansi terkait.

Mayjen TNI Zainul Arifin menilai sinergi antara pemerintah daerah, Tentara Nasional Indonesia (TNI), serta Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di wilayah Kalimantan Selatan selama ini berjalan dengan baik dalam menjaga stabilitas dan keamanan daerah.

Menurutnya, ke depan seluruh pihak akan menghadapi momentum Hari Raya Idul Fitri, yang biasanya membawa dampak signifikan terhadap berbagai sektor, mulai dari perekonomian, lalu lintas, hingga meningkatnya aktivitas masyarakat.

“Selama ini sinergi dengan TNI juga telah berjalan dengan baik.

Ke depan kita akan menghadapi Hari Raya Idul Fitri yang tentunya membawa dampak cukup signifikan, terutama terhadap perekonomian, lalu lintas, dan berbagai aktivitas masyarakat lainnya,” ujarnya.

Karena itu, Pangdam menekankan pentingnya meningkatkan kerja sama dan koordinasi yang lebih intens antara seluruh pihak terkait guna memastikan situasi tetap kondusif.

Ia berharap pelaksanaan Idul Fitri tahun ini, termasuk arus mudik Lebaran, dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar sesuai harapan masyarakat.

“Semua itu tentu dapat terwujud melalui koordinasi dan kerja sama yang semakin baik di masa mendatang,” pungkasnya.

Ustaz Das’ad Latif mengisi ceramah agama tentang beratnya tanggung jawab seorang pemimpin dalam sebuah tausyiah.

Baca Juga :  Pemprov Kalsel Siapkan 118 Miliar

Ia mengingatkan bahwa jabatan bukan sekadar kehormatan, melainkan amanah besar yang kelak harus dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.

Ustaz mencontohkan kisah kepemimpinan Khalifah Umar bin Khattab yang dikenal sangat berhati-hati dalam menjalankan amanah sebagai pemimpin umat.

Ia menuturkan, suatu malam Umar bin Khattab pernah menangis.

Saat itu anaknya bertanya mengapa sang ayah menangis.

Umar menjawab bahwa ia khawatir karena ada seekor unta yang terperosok akibat jalan yang rusak. Ia takut kelak harus mempertanggungjawabkan hal tersebut di hadapan Allah.

“Bayangkan, yang jatuh hanya seekor unta saja beliau sudah menangis. Bagaimana jika di daerah kita ada kendaraan yang jatuh atau kecelakaan karena jalan rusak.

Tentu pemimpin juga akan dimintai pertanggungjawaban,” ujarnya.

Menurutnya, kisah tersebut menjadi pelajaran penting bagi para pemimpin agar selalu berhati-hati dalam menjalankan kekuasaan dan jabatan yang diamanahkan.

Ustaz Das’ad juga menegaskan bahwa Islam tidak melarang seseorang menjadi pemimpin.

Bahkan dalam sebuah hadis disebutkan ada tujuh golongan yang akan mendapatkan naungan Allah pada hari kiamat, salah satunya adalah pemimpin yang adil.

“Golongan pertama yang disebutkan adalah imamun adil, yaitu pemimpin yang adil.

Ini menunjukkan betapa mulianya posisi pemimpin jika mampu menjalankan amanah dengan baik,” jelasnya.

Namun di sisi lain, ia juga mengingatkan bahwa jika seorang pemimpin menyalahgunakan kekuasaan, maka tanggung jawabnya di akhirat akan sangat berat.

Ia menambahkan bahwa tidak semua orang diberi kesempatan oleh Allah untuk memegang jabatan penting.

Dari ratusan juta penduduk Indonesia, hanya segelintir orang yang dipercaya menjadi pemimpin, baik sebagai gubernur, pangdam, maupun pejabat lainnya.

Menurutnya jabatan harus dipandang sebagai amanah yang harus dijaga dengan penuh kehati-hatian, keadilan dan tanggung jawab demi kemaslahatan masyarakat. (adv/K-2)

Iklan
Iklan