BANJARMASIN, kalimantanpost.com – Komunitas suporter Barito Putera memberikan klarifikasi terkait isu dugaan pelemparan telur dan aksi teror terhadap tim Persiku Kudus saat bertandang ke markas Barito Putera pada laga akhir pekan lalu.
Pernyataan ini muncul setelah mereka merasa ikut disudutkan oleh berbagai tudingan yang berkembang di tengah masyarakat.
Bus tim tamu dilaporkan menjadi sasaran pelemparan telur oleh oknum tak dikenal, dan kejadian tersebut dengan cepat menyebar di media sosial hingga memicu beragam reaksi publik.
Menanggapi situasi itu, suporter Barito Putera segera melakukan konsolidasi internal. Mereka mengaku telah menelusuri informasi serta melakukan konfirmasi ke anggota di berbagai daerah, namun tidak menemukan adanya keterlibatan dari komunitas suporter resmi.
Mantan Ketua Bartman, Norman, menegaskan bahwa pihaknya langsung bergerak cepat begitu kabar tersebut mencuat.
“Kami juga sudah mendapatkan kabar tersebut dan langsung merapatkan barisan. Kami konfirmasi ke teman-teman anggota di bawah naungan yayasan Barito Putera Bersatu Berani Bertanggung Jawab, dan tidak ada satu pun yang melakukan hal tersebut,” ujarnya, Senin (30/3/2026).
Ia juga mengimbau agar masyarakat tidak langsung menyimpulkan bahwa suporter Barito Putera terlibat dalam insiden tersebut.
“Kami berharap hal ini tidak menyangkutkan ke suporter Barito. Jangan sampai semua diarahkan ke kami, padahal ini jelas diduga dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya.
Menurut Norman, berkembangnya opini tersebut dinilai merugikan banyak pihak, terutama komunitas suporter. Ia berharap isu ini tidak terus bergulir tanpa kejelasan.
Ia juga berharap pernyataan ini dapat membantu meredakan suasana agar tidak terjadi saling tuding di antara pihak-pihak terkait.
Di sisi lain, suporter turut mencurigai adanya pihak tertentu yang sengaja memanfaatkan momentum untuk memperkeruh situasi pertandingan.
“Kami curiga ada oknum yang sengaja melakukan ini untuk memancing situasi agar tidak kondusif. Karena selama ini kami tidak pernah punya masalah dengan Persiku Kudus,” lanjut Norman.
Selain itu, ia kembali menegaskan komitmen suporter Barito Putera dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama pertandingan berlangsung.
“Kami selalu berupaya menjaga suasana tetap aman dan kondusif. Jadi tuduhan seperti ini tentu sangat merugikan kami sebagai suporter,” tutupnya. (KPO-1)















