Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Tanah Laut

Tala Diproyeksikan Menjadi Sentra Produksi Jagung Kalsel

×

Tala Diproyeksikan Menjadi Sentra Produksi Jagung Kalsel

Sebarkan artikel ini
Hal 2 Tala 3 klm 4
PENANAMAN - Jagung Serentak Kuartal I Tahun 2026 di Desa Banyu Irang, Kecamatan Bati-Bati. (KP/Ist)

Pelaihari, KP – Kabupaten Tanah Laut tengah bersiap merebut kembali kejayaannya sebagai lumbung jagung utama di Kalimantan Selatan.

Momentum kebangkitan ini ditandai dengan aksi penanaman jagung serentak Kuartal I Tahun 2026 yang berlangsung di Desa Banyu Irang, Kecamatan Bati-Bati, Sabtu, (7/3/2026).

Kalimantan Post

Langkah strategis ini bukan sekadar seremoni. Kehadiran Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, Bupati Tala H. Rahmat Trianto, serta jajaran Forkopimda menjadi sinyal kuat bahwa ketahanan pangan kini menjadi prioritas utama di wilayah ini.

Bupati Tala, H. Rahmat Trianto, menegaskan bahwa penunjukan Tanah Laut sebagai pilot project sentra jagung adalah langkah tepat.

Ia merujuk pada rekam jejak emas tahun 2020, di mana Tala mampu memproduksi hingga 235 ribu tondari lahan seluas 2.759 hektare.

Meski sempat melandai akibat pandemi dan fluktuasi harga pasar, optimisme kini kembali berkibar.

“Kini dengan dukungan penuh Polda Kalsel dan jaminan harga minimal Rp4.000 per kilogram, kami yakin sektor jagung Tala akan bangkit. Target produksi 200.000 ton per tahun adalah angka yang realistis untuk kita capai,” ujar Rahmat.

Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, menekankan bahwa peran Polri saat ini adalah memastikan program ketahanan pangan berjalan tanpa hambatan.

Dari total potensi lahan seluas 2.052 hektare yang dipetakan, sekitar 900 hektare sudah mulai menghijau.

“Estimasi kita berada di angka 8 hingga 9 ton per hektare. Hasil ini sangat krusial untuk menutupi kebutuhan jagung Kalsel yang mencapai 300 ribu ton per tahun, terutama untuk menyokong industri pakan ternak,” jelas Kapolda:

Dampak paling nyata dari kolaborasi ini dirasakan langsung oleh akar rumput. Kartono, perwakilan kelompok tani di Tala, mengaku kini para petani bisa bernapas lega.

Baca Juga :  Pantau Stok PJU dan Persiapan Mudik di Kantor Dishub

“Dulu kami dihantui ketidakpastian pasar. Sekarang, kerja sama ini memberi rasa aman. Kami tidak lagi pusing memikirkan penyimpanan atau pemasaran, karena solusinya sudah tersedia. Kami hanya perlu fokus memastikan tanaman tumbuh subur,” pungkasnya.

Dengan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi melalui Sekda Kalsel, Syarifuddin, program ini diproyeksikan tidak hanya mengisi lumbung pangan, tetapi juga memutar roda ekonomi masyarakat Tanah Laut secara signifikan. (rzk/K-6)

Iklan
Iklan