Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
HEADLINE

Tokoh Adat Dayak Meratus Kalsel Ajak Warga Tidak Terpengaruh Isu Konflik di Media Sosial

×

Tokoh Adat Dayak Meratus Kalsel Ajak Warga Tidak Terpengaruh Isu Konflik di Media Sosial

Sebarkan artikel ini
IMG 20260315 113757
‎Ketua Kerukunan Suku Dayak Meratus Kalsel, Kapau F. (Kalimantanpost.com/dok pribadi).

KANDANGAN, Kalimantanpost.com – Ketua Kerukunan Suku Dayak Meratus Provinsi Kalimantan Selatan, Kapau F mengajak masyarakat adat Dayak Meratus di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), khususnya di kawasan Pegunungan Meratus, untuk tetap menjaga ketenangan dan tidak mudah terpengaruh berbagai informasi yang beredar di media sosial.

‎Menurutnya, belakangan ini cukup banyak pemberitaan maupun informasi terkait konflik antara masyarakat dengan pihak lain di sejumlah daerah.

Namun masyarakat Dayak Meratus di wilayah HSS diminta untuk menyikapi hal tersebut secara bijak dan tidak terbawa suasana.

‎Kapau F menegaskan, selama ini pihaknya bersama para tokoh adat terus melakukan komunikasi dengan masyarakat untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban di wilayah tersebut.

‎“Kami selalu mengingatkan warga agar tetap menjaga persatuan serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang beredar, terutama yang terjadi di luar daerah,” ujarnya.

‎Ia mengatakan, imbauan tersebut secara rutin disampaikan melalui berbagai kegiatan adat maupun pertemuan masyarakat di sejumlah desa yang berada di kawasan Pegunungan Meratus, termasuk di wilayah Loksado dan sekitarnya.

‎Kapau F menilai sikap bijak masyarakat sangat penting untuk menjaga stabilitas sosial di daerah. Dengan tetap mengedepankan nilai-nilai adat dan musyawarah, diharapkan setiap persoalan dapat disikapi secara tenang tanpa menimbulkan konflik baru.

‎Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya peran aparat keamanan dalam menjaga situasi tetap kondusif.

Kalimantan Post

Menurutnya, aparat diharapkan dapat menjalankan tugas secara objektif dan tidak memihak dalam setiap persoalan yang melibatkan masyarakat.

‎“Aparat memiliki peran penting sebagai penengah. Kami berharap mereka dapat menjadi mediator yang mampu menjembatani komunikasi antara pihak-pihak yang berselisih sehingga persoalan dapat diselesaikan melalui dialog,” jelasnya.

‎Di sisi lain, Kapau F juga menyampaikan sejumlah aspirasi masyarakat adat Dayak Meratus kepada pemerintah daerah.

Baca Juga :  Jelang Arus Mudik, Sat Polairud Polresta Banjarmasin Cek Kapal Penyeberangan Alalak–Jelapat

Salah satunya terkait dukungan terhadap penguatan kelembagaan adat serta pelestarian budaya masyarakat Dayak Meratus.

‎Ia berharap pemerintah dapat membantu pembangunan Balai Adat Dayak Meratus Borneo di Provinsi Kalsel, yang nantinya dapat menjadi pusat kegiatan adat, tempat musyawarah, sekaligus sarana pembinaan masyarakat adat.

‎Selain itu, pihaknya juga mengharapkan adanya dukungan anggaran untuk pembinaan organisasi lembaga adat agar dapat menjalankan fungsinya secara lebih maksimal dalam melayani masyarakat.

‎Kapau F juga berharap perhatian pemerintah terhadap pengembangan seni dan budaya Dayak Meratus, yang selama ini kerap ditampilkan dalam berbagai kegiatan pemerintah maupun dalam pelaksanaan ritual adat.

‎Tidak hanya itu, ia juga mengusulkan adanya bantuan sarana transportasi bagi pengurus lembaga adat guna mendukung mobilitas dalam menjalankan kegiatan koordinasi dan pelayanan kepada masyarakat adat, khususnya di wilayah Pegunungan Meratus.

‎“Kami berharap pemerintah daerah dapat terus mendukung masyarakat adat Dayak Meratus, baik dalam penguatan lembaga adat maupun pelestarian budaya. Dukungan tersebut sangat penting agar adat dan budaya tetap terjaga,” tutupnya. (dev/KPO-4)


Iklan
Iklan