Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Internasional

Umrah Plus Uzbekistan, Dubes Oybek Eshonov Tawarkan Subsidi USD 100 per Jamaah

×

Umrah Plus Uzbekistan, Dubes Oybek Eshonov Tawarkan Subsidi USD 100 per Jamaah

Sebarkan artikel ini
IMG 20260327 WA0021 e1774609897933
Duta Besar Uzbekistan untuk Indonesia, Oybek Eshonov saat menyampaikan sambutannya pada acara Sosialisasi & FGD Umrah Plus Uzbekistan (27/2). Kalimantanpost.com - Foto/Rofi

JAKARTA, Kalimantanpost.com – Pemerintah Uzbekistan melalui Kedutaan Besarnya di Jakarta resmi menawarkan program subsidi sebesar USD 100 atau sekitar Rp1,6 juta per jemaah bagi biro penyelenggara umrah yang ingin mengembangkan paket Umrah Plus Uzbekistan.

Penawaran ini disampaikan langsung oleh Duta Besar Uzbekistan untuk Indonesia, Oybek Eshonov, dalam pertemuan tertutup bersama 30 pimpinan biro perjalanan terkemuka di kantor kedubes yang berlokasi di kawasan Sriwijaya, Jakarta, pada 27 Februari 2026 lalu.

Kalimantan Post

Program ini dirancang untuk mendorong wisata religi umat Indonesia tidak hanya beribadah umrah ke Tanah Suci, tetapi juga memperluas perjalanan spiritual ke Samarkand dan Bukhara—kota-kota bersejarah yang menyimpan jejak besar peradaban Islam, termasuk kompleks makam Imam Bukhari, sang perawi hadits paling terpercaya di dunia.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, Dubes Oybek Eshonov menegaskan bahwa Uzbekistan serius membuka pintu selebar-lebarnya bagi wisatawan muslim Indonesia.

“Kami ingin jemaah umrah dari Indonesia merasakan pengalaman spiritual yang lengkap. Setelah menunaikan rukun Islam, mereka bisa melanjutkan perjalanan ke tanah kelahiran para ulama besar. Subsidi ini adalah bentuk komitmen kami untuk mendukung para biro perjalanan agar dapat menawarkan paket yang lebih kompetitif,” ujar Dubes Oybek Eshonov di hadapan para peserta.

Dalam pertemuan itu Direktur Pusat Kajian Ilmiah Internasional Imam Bukhari, Prof Shovosil Ziyodov dalam pidatonya secara virtual menyampaikan bahwa pihaknya mempersiapkan program khusus “Satu Hari Bersama Imam Bukhari” yang memfasilitasi jamaah asal Indonesia untuk mengikuti Manasik Hadis bersama ahli Hadis Uzbekistan, itikaf dan ziarah ke makam perawi hadis terkemuka Imam Bukhari.

Salah satu peserta yang hadir, Luki Alamsyah dari ESQ Travel, menyambut baik kebijakan subsidi tersebut.

Baca Juga :  Kami Merayakan “Indonesia” di Uzbekistan

Menurutnya, inisiatif ini membuka peluang besar bagi industri umrah dan wisata religi Tanah Air untuk menghadirkan produk yang lebih variatif dan bermakna. “Tawaran ini sangat menarik. Selama ini jemaah kita fokus ke Makkah dan Madinah.

Padahal, ada kedalaman spiritual yang bisa digali di Uzbekistan, terutama dengan adanya program Satu hari bersama Imam Bukhari. Ini bukan sekadar ziarah, tetapi juga pembelajaran tentang sanad keilmuan yang selama ini mungkin kurang tersentuh,” ujar Luki Alamsyah disela kesempatan Focus Group Discussion (FGD).

Ia menambahkan bahwa ESQ Travel tengah menjajaki kerja sama lebih lanjut untuk menyusun paket Umrah Plus Uzbekistan yang mengintegrasikan ibadah umrah dengan perjalanan intelektual ke kompleks Imam Bukhari.

Dua Fakta Sejarah yang Menguatkan Pertemuan tersebut juga mengungkap dua fakta sejarah yang menjadi nilai jual istimewa bagi wisatawan Indonesia.

Pertama, keterlibatan langsung Presiden Pertama RI, Ir. Soekarno, dalam pembangunan makam Imam Bukhari.

Dubes Oybek Eshonov mengungkapkan bahwa pada masa pemerintahannya, Soekarno memberikan kontribusi signifikan dalam upaya pemugaran kompleks makam tersebut, memperkuat ikatan historis antara Indonesia dan Uzbekistan.

Kedua, disinggung pula tentang akar sejarah Walisongo yang konon memiliki jejak intelektual di Samarkand.

Para wali yang menyebarkan Islam di tanah Jawa disebut-sebut memiliki hubungan keilmuan dengan para ulama di kawasan Asia Tengah, menjadikan Samarkand bukan sekadar destinasi wisata, tetapi juga tempat menelusuri akar spiritualitas Islam Nusantara.

Dengan adanya subsidi, program “Satu Hari Bersama Imam Bukhari”, serta nilai sejarah yang mendalam, para pelaku industri perjalanan optimistis paket Umrah Plus Uzbekistan akan mendapat sambutan luas dari masyarakat Indonesia yang haus akan pengalaman religi yang lebih bermakna.

“Kami melihat ini bukan sekadar perjalanan wisata, tapi juga napak tilas keilmuan. Insya Allah, tahun ini akan ada lebih banyak jemaah Indonesia yang menjejakkan kaki di Samarkand,” tutup Luki Alamsyah.(Rof/KPO-1)

Baca Juga :  AS - Israel Serang Kapal Sipil, Iran Ancam akan Membalasnya

Iklan
Iklan