Banjarbaru, KP – Pemerintah Kota Banjarbaru menunjukkan keseriusannya dalam membenahi tata kelola lingkungan dengan melakukan kunjungan ke Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Jumat (3/4). Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, memimpin langsung rombongan yang terdiri dari camat, lurah, serta SKPD terkait.
Kunjungan ini dilakukan untuk bertemu Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq, guna memperkuat kinerja pengelolaan sampah sekaligus mendorong inovasi berbasis pemilahan dari sumber.
Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, mengatakan keikutsertaan camat dan lurah dalam kunjungan ini bertujuan agar aparatur di tingkat wilayah memahami langsung arah kebijakan nasional serta praktik terbaik pengelolaan sampah.
“Kunjungan ini menjadi momentum bagi kami untuk mendapatkan arahan dan bimbingan langsung dari pemerintah pusat dalam mempercepat perbaikan sistem pengelolaan sampah di daerah,” ujarnya.
Selain pertemuan, rombongan juga dijadwalkan melakukan studi tiru ke Kelurahan Rorotan, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, yang dinilai berhasil menerapkan sistem pemilahan sampah organik dan anorganik secara optimal.
Lisa menegaskan, hasil pembelajaran tersebut akan diadopsi dan diterapkan secara bertahap di Banjarbaru, dimulai dari tingkat kelurahan hingga menjadi gerakan kota secara menyeluruh.
“Kota Banjarbaru akan terus meningkatkan kualitas pengelolaan sampah, mulai dari pengurangan, pemilahan, pengangkutan hingga pengolahan akhir,” katanya.
Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq, mengapresiasi langkah proaktif yang dilakukan Pemerintah Kota Banjarbaru. Ia menilai Banjarbaru memiliki potensi besar menjadi percontohan pengelolaan lingkungan di Kalimantan Selatan.
“Dengan karakteristik tata kota yang relatif tertata, Banjarbaru berpotensi menjadi barometer pengelolaan lingkungan hidup di kawasan Kalimantan,” ujarnya.
Berdasarkan hasil evaluasi Kementerian Lingkungan Hidup, kinerja pengelolaan sampah Kota Banjarbaru saat ini berada pada angka 48,56. Rinciannya meliputi aspek anggaran dan kebijakan sebesar 12,33, SDM dan fasilitasi 15,94, serta capaian kinerja 20,28.
Sementara capaian pengelolaan sampah secara keseluruhan baru mencapai 10,97 persen, masih di bawah ambang batas 25 persen, sehingga Banjarbaru masuk dalam kategori kota dalam pembinaan.
Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Kota Banjarbaru menegaskan komitmennya untuk segera melakukan percepatan perbaikan melalui berbagai langkah strategis.
“Ini menjadi evaluasi penting bagi kami untuk berbenah. Kami optimistis dengan kolaborasi bersama pemerintah pusat, sistem pengelolaan sampah berbasis pemilahan dari sumber dapat segera terwujud,” tegas Lisa.
Melalui langkah ini, Banjarbaru menargetkan terwujudnya sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif, berkelanjutan, dan berbasis partisipasi masyarakat, sekaligus memperkuat posisi sebagai kota yang ramah lingkungan di masa depan.(Dev/K-5)















