Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Tanah Laut

Diskopdag Tala Ungkap Penyebab Harga Plastik Naik 50 Persen: Dampak Konflik Global

×

Diskopdag Tala Ungkap Penyebab Harga Plastik Naik 50 Persen: Dampak Konflik Global

Sebarkan artikel ini
Hal 2 Tala 1 3 klm 5
PENJUALAN PLASTIK - Di Pasar Tapandang Pelaihari Kabupaten Tanah Laut. (KP/Ist)

Pelaihari, KP – Sejumlah warga dan pedagang di Pasar Pelaihari mulai mengeluhkan lonjakan harga plastik yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

Kondisi ini memicu keresahan, terutama bagi para pedagang yang harus menanggung biaya operasional lebih tinggi di tengah kondisi pasar yang masih sepi pembeli, Rabu (8/4/2026).

Kalimantan Post

Kenaikan harga yang dinilai cukup drastis ini sangat berdampak pada sektor UMKM kuliner dan pedagang kecil.

Plastik, yang selama ini menjadi kebutuhan primer pengemasan, kini justru dirasa kian mencekik kantong para pelaku usaha.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskopdag) Kabupaten Tanah Laut, H. Khairul Rijal, membeberkan fakta di balik meroketnya harga plastik di pasaran lokal yang mencapai angka 50 persen.

Berdasarkan penjelasannya, lonjakan ini bukan merupakan permainan harga lokal, melainkan imbas dari gejolak global.

Lonjakan harga ini dipicu oleh gejolak geopolitik di Timur Tengah yang mengganggu suplai minyak dunia, di mana hal ini berdampak langsung pada industri dalam negeri karena 70 persen bahan baku plastik nasional (nafta) masih bergantung pada komoditas impor.

Selain itu, kondisi diperparah dengan adanya sentralisasi produksi yang mayoritas pabriknya berada di Pulau Jawa, sehingga daerah seperti Tanah Laut sangat bergantung pada kelancaran distribusi luar pulau yang mengikuti dinamika harga pasar nasional.

Memang plastik ada kenaikan secara nasional sehingga menjadi persoalan bagi pedagang. Secara otoritas, plastik ditentukan harga pasar,” ujar Khairul Rijal, Kamis (9/4/2026).

Khairul Rijal menambahkan bahwa pemerintah daerah saat ini hanya bisa memantau, mengingat harga sangat bergantung pada pasokan luar daerah yang mengikuti mekanisme pasar nasional.

Ia berharap pemerintah pusat segera mengambil langkah konkret karena persoalan ini telah menjadi isu nasional.

Baca Juga :  Peletakan Batu Pertama Jembatan Perintis Garuda Tandai Babak Baru Pembangunan Tanah Laut

Sebagai langkah jangka pendek, Kadiskopdag mengimbau masyarakat dan pelaku usaha untuk melakukan efisiensi dengan berhemat dalam penggunaan plastik sehari-hari.

Sekaligus mengharapkan konsumen lebih bijak dalam memahami kondisi pasar yang sedang tidak stabil sembari menunggu perkembangan kebijakan pemerintah pusat terkait stabilisasi harga bahan baku.

“Untuk sementara kita harus berhemat dulu dalam penggunaan plastik dan menghimbau kepada konsumen lebih bijak dalam menghadapi kondisi ini,” pungkasnya. (rzk/K-6)

Iklan
Iklan