BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Kabar kurang mengenakkan buat empat pemain naturalisasi Indonesia yang bermain di klub-klub di Liga Belanda
Federasi Sepakbola Belanda (KNVB) resmi mengeluarkan edaran kepada klub dari total 25 pemain naturalisasi di Liga Belanda baik dari Indonesia, Suriname, dan Cape Verde untuk tidak melibatkan para pemain bermasalah (paspor) dalam aktifitas klub, termasuk dalam latihan dan pertandingan hingga kasus selesai.
Dari 25 pemain ini terdapat empat pemain Indonesia yang Dean James yang memperkuat Go Ahead Eagles, Justin Hubner di Fortuna Sittard, Nathan Tjoe A On di Willem II dan Tim Geypens di klub FC Emmen.
Berarti keempat pemain Indonesia ini tidak akan bermain di Liga Belanda pekan ini dan hingga waktu yang belum ditentukan.
Saat ini Nathan Tjoe-A-On resmi diparkir oleh klub untuk sementara waktu sampai surat izin kerjanya keluar, menurut laporan Brabant Dagblad. X
“Willem II mengikuti saran dari KNVB, Oleh karena itu, kesimpulannya adalah pemain bertahan tersebut tidak diizinkan bermain untuk Tilburgers.”
Sementara itu, dua pemain Indonesia lainnya yakni Maarten Paes di klub Ajax Amsterdam dan Miliano Jonathan di klub Excelsior Rotterdam nampakya tidak dipermasalahkan.
Menurut sumber dari Voetbal International, awalnya Ajax sama seperti klub lain mendaftarkan pemain Indonesia, Maarten Paes dengan paspor Belanda dan tanpa izin kerja.
Namun pengacara Ajax mencegah pendaftaran tersebut, dan meminta Ajax untuk meneliti dokumen lebih dulu dan mengurus izin kerja Maarten Paes menggunakan paspor Indonesia sebelum didaftarkan kembali
“”Ajax mengindikasikan bahwa Paes, yang dinaturalisasi pada 30 April 2024 di Jakarta, kemungkinan besar tidak memenuhi syarat untuk bermain berdasarkan investigasi internal. Dan statusnya perlu diselidiki lebih lanjut.
“Maarten Paes didaftarkan oleh Ajax dan KNVB menyatakan Paes memenuhi syarat untuk bermain. Namun, seorang pengacara internal Ajax menyampaikan kekhawatirannya, karena sebelumnya telah dikeluarkan peringatan seorang pemain tidak dapat memiliki kewarganegaraan Belanda dan Indonesia sekaligus. Saat itu Ajax memutuskan untuk tidak mengambil risiko dan tidak mengizinkan Paes untuk bermain atau berlatih sampai masalah tersebut terselesaikan 100 persen.” (ful/KPO-3)















