Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
HEADLINE

Halal Bihalal Zuriat Pagustian 2026 : Sultan Banjar Tekankan Jaga Tanah Adat dan Perkenalkan Lembaga Adat Pemelihara Nasab (Lapan)

×

Halal Bihalal Zuriat Pagustian 2026 : Sultan Banjar Tekankan Jaga Tanah Adat dan Perkenalkan Lembaga Adat Pemelihara Nasab (Lapan)

Sebarkan artikel ini
IMG 20260411 WA0044

Banjarmasin, Kp– Zuriat Pagustian menggelar acara Halal Bihalal 2026 yang dihadiri keluarga besar, tokoh adat, muspida dan masyarakat Banjar. Kegiatan silaturahmi tahunan ini berlangsung khidmat di Banjabaru Sabtu, 11 April 2026.


Dalam sambutannya, Sultan Banjar Khairul Saleh menegaskan pentingnya menjaga hak adat masyarakat Banjar. “Tanah Banjar merupakan hak adat masyarakat Banjar yang harus dipelihara dan terus diperjuangkan,” ujar Sultan Khairul Saleh di hadapan para zuriat Pagustian.

Kalimantan Post
IMG 20260411 WA0046


Sultan juga memperkenalkan Lembaga Adat Pemeliharaan Nasab (Lapan) sebagai lembaga adat baru di lingkungan Kesultanan Banjar. Lapan dihadirkan untuk menjadi rujukan resmi silsilah Pagustian dan memastikan pencatatan nasab keturunan tetap terjaga keasliannya.
Pada kesempatan yang sama, Sultan Khairul Saleh memaparkan sejarah Kerajaan Banjar yang terbagi dalam dua fase besar. Fase pertama merupakan Kerajaan Banjar bercorak Hindu. Fase kedua adalah Kesultanan Banjar setelah masuknya Islam dan menjadi identitas yang melekat hingga kini.


Dalam sambutan nya Ketua Umum Lapan Pangeran Noor Maulana menjelaskan
“Pendirian Lembaga Adat Pemelihara Nasab atau LAPAN berangkat dari kebutuhan kita menjaga keaslian dan kesinambungan silsilah keluarga Banjar”.

IMG 20260411 WA0045


Visi: Menjadi lembaga rujukan yang menjaga kemurnian nasab, memperkuat identitas budaya Banjar, dan mencegah kekeliruan dalam pencatatan keturunan.
Misi:

  1. Mendokumentasikan dan memverifikasi nasab keluarga Banjar secara sistematis.
  2. Mengedukasi masyarakat tentang tata cara penulisan nasab yang benar, agar runut, dapat ditelusuri, dan mudah dipahami lintas generasi.
  3. Melestarikan gelar dan sebutan adat sebagai bagian dari warisan budaya.
    Mengenai sebutan Gusti dan Pegustian dalam masyarakat Banjar, keduanya lahir dari struktur sosial Kesultanan Banjar. Gusti disematkan kepada keturunan raja yang masih dekat nasabnya dengan Sultan yang berkuasa, terutama dari jalur laki-laki. Sementara Pegustian adalah istilah untuk keluarga besar atau komunitas keturunan Gusti yang sudah menyebar. Sebutan ini bukan sekadar gelar kehormatan, tapi juga penanda tanggung jawab moral menjaga akhlak dan adat. Maka penulisan nasab harus jelas membedakan mana Gusti mana Antung, Andin, atau sebutan lain, supaya generasi sekarang paham posisi dan asal-usulnya demikian ujar Pangeran Noor Mulana menambahkan.
    Acara Halal Bihalal ini menjadi momentum memperkuat tali persaudaraan antar zuriat Pagustian sekaligus meneguhkan komitmen menjaga warisan adat, sejarah, dan nasab. Selain ramah tamah, kegiatan diisi dengan doa bersama dan pagelaran budaya Banjar.
Baca Juga :  "Himung Banar Betamuan", Paman Birin Puji Kekompakan Bubuhan Banjar di Perantauan

Iklan
Iklan