SAMARKAND, Kalimantanpost.com – Sebuah babak baru dalam hubungan bilateral Indonesia-Uzbekistan ditandai dengan peresmian Hotel Kampoeng Indonesia, hotel butik pertama di kompleks Memorial Imam Bukhari, Samarkand. Acara soft opening yang berlangsung khidmat dan meriah ini dipimpin oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Uzbekistan, Siti Ruhaini Dzuhayatin, bersama Wakil Gubernur Samarkand Rustam Kobilov, serta CEO EGI Resources, Erslan Gazali Ibrahim.
Duta Besar RI untuk Uzbekistan Siti Ruhaini Dzuhayatin menyatakan Kehadiran Hotel Kampoeng Indonesia di kawasan Memorial Imam Bukhari bukanlah sekadar pembukaan fasilitas akomodasi biasa, melainkan simbol kehadiran investasi Indonesia di kawasan Asia Tengah. Hotel ini menjadi properti pertama yang beroperasi di kompleks tersebut, sekaligus menandai komitmen serius Indonesia dalam memperkuat peran sektor pariwisata dalam hubungan bilateral kedua negara.
“Pintu bagi investasi Indonesia lainnya di Uzbekistan dan kawasan Asia Tengah semakin terbuka lebar, diharapkan ke depan menjadi pioner bagi berbagai investasi lainnya yang akan menyusul, tidak hanya di sektor pariwisata tetapi juga rupdi bidang ekonomi kreatif, perdagangan, dan industri” jelas Dubes Ruhaini saat sambutannya pada peluncuran Kampoeng Indonesia (5/4).
Hotel berkapasitas 22 kamar dengan lokasi strategis di depan masjid Imam Bukhari ini mengusung konsep yang mengangkat identitas budaya Indonesia,lengkap dengan sajian menu khas nusantara di restaurannya ini siap menjadi etalasse kemajuan Indonesia di mata dunia internasional, sekaligus menjadi rumah bagi wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Samarkand.
Hotel Kampoeng Indonesia merupakan bagian dari komitmen EGI Resources dalam memperluas jaringan bisnis global sekaligus menghadirkan nilai tambah bagi ekosistem pariwisata. Erslan Gazali Ibrahim, CEO EGI Resources, dalam sambutannya menekankan bahwa investasi ini diharapkan mampu menciptakan siklus ekonomi yang saling menguntungkan.
“Kami percaya bahwa investasi di sektor pariwisata seperti ini tidak hanya menguntungkan secara bisnis, tetapi juga menjadi jembatan penghubung antar budaya,” ujar Erslan.
Ia menambahkan bahwa aktivitas wisatawan Indonesia di luar negeri tetap memberikan dampak positif bagi pelaku usaha nasional, baik yang terlibat langsung dalam proyek ini maupun yang bergerak di sektor terkait.(nau/KPO-1)















