BANGKOK, Kalimantanpost.com – Tim Nasional Futsal Indonesia harus puas sebagai runner-up ASEAN Futsal Championship 2026 usai kalah 1-2 atas Thailand dalam pertandingan final yang berlangsung Nonthaburi Hall, Bangkok, pada hari Minggu (12/04/2026) malam,l
Disaksikan 3.376 penonton yang memadati Nonthaburi Hall, Bangkok, skuad asuhan pelatih kepala Héctor Souto langsung mengambil inisiatif serangan. Keberanian dan intensitas tinggi membuahkan hasil manis ketika Andres Dwi Persada Putra sukses memecah kebuntuan dan merobek gawang Thailand pada menit ke-16, membawa Indonesia unggul 1-0.
Gol itu berawal dari umpan Adityas Priambudi Wibowo yang membelah pertahanan Thailand dan disambar Andres hingga menaklumkan kiper Thailand, Theerawat Kaewwilai.
Namun, Thailand yang bermain di bawah dukungan penuh publiknya merespons dengan cepat. Tepat di pengujung babak pertama, kapten tim Gajah Perang, Itticha Praphaphan, berhasil mencetak gol penyama kedudukan melalui titik penalti pada menit ke-20.
Sebelumnya, pemain Indonesia, Muhammad Sanjaya dianggap mengambil bola yang terkena kaki bintang Thailand Muhammad Osamanmusa di daerah lawan. Wasit menganggap pelanggaran. Karena sebelumnya Indonesia sudah 5 kali melakukan pelanggaran, wasit pun menunjuk titik putih dan memberi kartu kuning ke ke Sanjaya.
Skor imbang 1-1 bertahan hingga waktu turun minum.
Memasuki babak kedua, tensi pertandingan berjalan semakin ketat dan memanas. Hal ini terlihat dari tingginya agresivitas yang memaksa wasit mengeluarkan kartu kuning untuk Coach Hector pada menit ke-27. Momentum kemudian berbalik ke arah tuan rumah saat pemain Thailand, Panut Kittipanuwong, berhasil mencetak gol penentu kemenangan pada menit ke-31.
Di sisa waktu pertandingan, Indonesia dengan power play terus membombardir pertahanan lawan demi menyamakan kedudukan. Tingginya intensitas dan semangat juang tanpa lelah skuad Garuda bertahan hingga peluit panjang berbunyi, diwarnai dengan kartu kuning bagi Guntur Sulistyo Ariwibowo di menit terakhir laga (menit ke-40). Skor 1-2 menjadi hasil akhir dari pertandingan dramatis ini.
Dalam laga final yang penuh tekanan ini, jajaran pelatih melakukan penyesuaian taktik dengan memberikan kepercayaan penuh kepada penjaga gawang Angga Ariansyah untuk turun sejak menit pertama. Ia tampil tangguh dan bahu-membahu menahan gempuran bersama barisan starting five lainnya yakni Dewa Rizki Amanda, Andres Dwi Persada Putra, Andarias Kareth, dan Guntur Sulistyo Ariwibowo.
Lalu paket kedua terdiri pemain asal Banjarmasin, Muhammad Imam Anshori bersama Muhammad Sanjaya, Dipo Arrahman dan Yogi Sanjaya,
Meski harus merelakan trofi juara edisi kali ini, Federasi Futsal Indonesia (FFI) menggaungkan semangat tetap bangga atas seluruh pencapaian skuad Garuda. Bermain hanya dengan masa persiapan singkat, para pilar andalan yang kualitas dan mentalitasnya ditempa keras di kompetisi Profesional Futsal League (PFL) terbukti mampu tampil impresif dan menyulitkan Thailand, sebuah tim dengan segudang pengalaman di level Piala Dunia.
Pencapaian melaju hingga ke babak final ini adalah bukti nyata dari progres positif dan evolusi permainan Timnas Futsal Indonesia di kancah internasional.
Terima kasih yang sebesar-besarnya kami sampaikan kepada seluruh rakyat Indonesia atas doa dan dukungan yang tak pernah surut. Tetap angkat kepala, karena masa depan futsal kita sangat cerah. Garuda di dadaku, tetap bangga selamanya. (ful/KPO-3)















